PORTAL7.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi tegas pemerintah Indonesia terkait isu Palestina di tengah dinamika diplomasi internasional yang sedang berlangsung. Komitmen ini disampaikan seiring meningkatnya sorotan publik terhadap keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum global.

Sorotan publik muncul dari beberapa tokoh, termasuk aktivis Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan atau yang akrab disapa Gus Umar. Ia mempertanyakan konsistensi sikap pemerintah terkait keanggotaan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP).

Gus Umar menyuarakan kritiknya melalui media sosial pada Minggu, 8 Maret 2026, menyoroti fakta bahwa BoP juga diikuti oleh Israel dan mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

"Tiba-tiba dia menangis melihat bantuan Baznas, tapi ikut forum dengan Israel yang didukung Amerika. Bapak ini kenapa ya?" tulis Gus Umar melalui media sosial pada Minggu, 8 Maret 2026.

Pemerintah Indonesia memberikan penjelasan bahwa partisipasi dalam forum perdamaian tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi. Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi tawar Indonesia dan mendorong tercapainya resolusi damai di kawasan konflik.

Menanggapi keraguan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit menyatakan bahwa ia tidak akan mendukung kebijakan apa pun yang merugikan kepentingan bangsa Palestina. Ia juga menekankan kesiapannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap posisi Indonesia di BoP.

Kesediaan evaluasi ini akan dilakukan jika forum BoP terbukti tidak memberikan manfaat nyata atau tidak sejalan dengan prinsip solidaritas Indonesia terhadap Palestina. Hal ini menjadi penegasan bahwa isu Palestina tetap menjadi prioritas utama dalam agenda luar negeri.

Di sisi lain, dukungan nyata dari masyarakat Indonesia terus mengalir melalui berbagai inisiatif kemanusiaan. Salah satu bentuknya adalah penyaluran bantuan pangan bagi warga yang terdampak konflik di Gaza City, Palestina.

Dilansir dari Kompasiana, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) telah berhasil mendistribusikan sebanyak 500 paket makanan siap saji. Bantuan ini secara khusus ditujukan untuk kebutuhan berbuka puasa penduduk setempat selama bulan Ramadan.