PORTAL7.CO.ID - Presiden FIFA Gianni Infantino mulai menghadapi gelombang keraguan dari sejumlah negara anggota menjelang agenda pemilihan pemimpin otoritas sepak bola dunia tahun 2027. Situasi ini mulai memanas dalam pertemuan yang berlangsung di Rwanda pada Kamis, 16 April 2026.

Penurunan tingkat kepercayaan tersebut dipicu oleh kekhawatiran internal mengenai kedekatan hubungan antara Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela dinilai dapat memengaruhi posisi tawar serta netralitas FIFA.

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara juga tidak luput dari perhatian karena adanya potensi kendala imigrasi bagi pendukung dari negara-negara tertentu. Informasi mengenai dinamika penolakan dari sebagian anggota federasi ini dilansir dari asatunews.co.id.

Mekanisme pemilihan pemimpin sepak bola global ini melibatkan pemungutan suara dari delegasi yang mewakili 211 negara anggota. Meski saat ini belum ada pesaing resmi, munculnya suara-suara sumbang menjadi sinyal kuat setelah sebelumnya Infantino terpilih secara aklamasi pada 2023.

Berbanding terbalik dengan keraguan tersebut, dukungan solid justru datang dari Amerika Selatan melalui deklarasi resmi seluruh anggota dewan konfederasi CONMEBOL. Mereka menjadi konfederasi pertama yang secara terbuka mendorong perpanjangan masa jabatan pria berusia 56 tahun itu hingga 2031.

Dukungan dari CONMEBOL didasari oleh kemajuan signifikan dalam pengembangan sepak bola global serta rencana ekspansi jumlah peserta turnamen. Salah satu agenda besar yang diusulkan adalah penambahan kuota peserta Piala Dunia pria menjadi 64 tim untuk edisi tahun 2030 mendatang.

Di tengah ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah, Infantino juga memberikan penegasan mengenai status partisipasi tim nasional Iran pada Piala Dunia 2026. Langkah ini diambil untuk meredam keraguan publik mengenai kehadiran tim berjuluk Team Melli tersebut di Amerika Serikat.

"Tim Iran dipastikan akan hadir dalam turnamen tersebut," ujar Gianni Infantino selaku Presiden FIFA.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Infantino dalam forum investasi CNBC sebagai upaya untuk menjamin integritas kompetisi dari tekanan politik internasional. Ia menekankan bahwa kehadiran Iran sangat penting guna menjaga nilai-nilai sportivitas antarnegara dalam turnamen terbesar di dunia.