Penyanyi cilik berbakat, Farel Prayoga, mengambil keputusan penting terkait masa depannya di dunia hiburan. Bintang yang melejit berkat lagu "Ojo Dibandingke" ini memilih untuk tetap berkarier dan melanjutkan pendidikan di ibu kota. Keputusan tersebut diambil setelah ia menolak ajakan ayahnya untuk kembali ke kampung halaman di Banyuwangi.
Penolakan tersebut didasari oleh pertimbangan serius mengenai kelangsungan karier profesional dan jenjang pendidikannya. Farel Prayoga meyakini bahwa peluang pengembangan bakat dan akses sekolah yang lebih memadai tersedia di Jakarta. Pihak manajemen mendukung penuh langkah strategis yang diambil oleh penyanyi muda tersebut demi masa depannya.
Konteks ajakan pulang ini muncul setelah ayah Farel, Joko, baru saja menyelesaikan masa tahanannya. Manajer Farel, Muhammad Rais, mengonfirmasi bahwa Joko sempat menemui anaknya di Jakarta. Ayah Farel menyampaikan langsung keinginannya agar sang anak kembali dan tinggal bersamanya di kota asalnya.
Muhammad Rais menjelaskan kronologi pertemuan ayah dan anak tersebut kepada awak media. "Pak Joko (ayah Farel) semenjak keluar dari penjara udah ke Jakarta," ujar Rais. Ia menambahkan bahwa pertemuan terjadi di bandara dan mereka sempat mengobrol serius dengan Farel.
Keputusan Farel untuk bertahan di Jakarta menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap dunia hiburan nasional. Keberadaannya di ibu kota mempermudah koordinasi jadwal manggung dan kegiatan promosi yang padat. Manajemen memastikan bahwa meskipun jadwalnya padat, pendidikan formal Farel tetap menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan.
Saat ini, Farel Prayoga masih aktif mengisi berbagai acara musik dan televisi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Ia berupaya keras menyeimbangkan tuntutan profesionalitas dengan kewajiban akademisnya di sekolah. Dukungan penuh dari tim manajerial sangat dibutuhkan agar Farel dapat tumbuh menjadi artis yang sukses dan terdidik.
Pilihan Farel Prayoga untuk menolak ajakan orang tuanya mencerminkan kematangan dalam menentukan prioritas hidup di usia muda. Meskipun harus jauh dari kampung halaman di Jawa Timur, ia fokus membangun fondasi karier yang kokoh. Keputusan ini diharapkan dapat membuka jalan yang lebih luas bagi Farel dalam meraih cita-citanya di masa depan.