PORTAL7.CO.ID - Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, secara terbuka menuntut para pemainnya untuk segera melakukan transformasi mentalitas guna menyelamatkan klub dari bayang-bayang degradasi Premier League musim 2025/2026. Tuntutan ini disampaikan menjelang pertandingan penting melawan Aston Villa di Villa Park, mengingat Spurs saat ini menduduki peringkat ke-18 klasemen sementara.
Saat ini, klub asal London Utara tersebut berada dalam posisi genting, terpaut dua poin dari zona aman yang ditempati oleh West Ham United di peringkat ke-17. Meskipun baru saja meraih kemenangan melawan Wolverhampton Wanderers pada laga sebelumnya, posisi Tottenham dinilai masih sangat kritis dengan sisa empat pertandingan di penghujung musim.
Kondisi tim diperparah dengan daftar panjang pemain pilar yang absen akibat cedera jangka panjang, termasuk nama-nama penting seperti Xavi Simons yang mengalami cedera ACL, Dominic Solanke, Guglielmo Vicario, dan James Maddison. Namun, De Zerbi dengan tegas menolak menjadikan masalah cedera sebagai alasan utama atas performa tim yang kurang memuaskan.
Pelatih asal Italia tersebut mengidentifikasi budaya mengeluh sebagai penghalang terbesar yang harus segera dieliminasi dari lingkungan klub oleh seluruh elemen tim. Menurutnya, pikiran-pikiran negatif mengenai nasib buruk atau keterbatasan fasilitas hanya akan memperburuk situasi yang sudah dihadapi di lapangan hijau.
De Zerbi menyoroti adanya suara-suara internal dan eksternal yang terus memproduksi pandangan negatif bagi tim. Ia mengutip contoh kekhawatiran yang muncul, "Suara di dalam kepala kita, staf, hingga fans selalu memproduksi pikiran negatif. Kita merasa sial, cedera banyak, fasilitas latihan kurang, hingga menyebut mustahil menang beruntun," ujar Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.
Lebih lanjut, De Zerbi menekankan bahwa timnya tidak boleh menganggap diri mereka sudah kalah sebelum perjuangan di sisa musim ini benar-benar usai melalui pertandingan sesungguhnya. Ia menuntut komitmen penuh dari setiap individu untuk mengerahkan upaya maksimal demi mempertahankan status klub di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Pelatih berusia 40-an itu menegaskan perlunya menghapus pola pikir yang merugikan tersebut dengan semangat juang yang tinggi. Ia secara eksplisit menyatakan penolakannya terhadap mentalitas yang mudah menyerah, "Itu semua sampah! Seolah-olah kita sudah menangis dan sudah terdegradasi. Padahal belum. Kita harus mati-matian di lapangan," tegas Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.
Pernyataan keras ini merupakan upaya strategis untuk memutus tren mentalitas pecundang yang diyakini sedang mendominasi tim di tengah tekanan besar yang dihadapi saat ini. De Zerbi menginginkan lingkungan kerja yang diisi oleh individu-individu dengan semangat juang tinggi tanpa mencari pembenaran yang justru melemahkan.
"Pecundang selalu menangis dan berpikiran negatif. Saya tidak ingin orang di sekitar saya punya mentalitas seperti itu," ucap Roberto De Zerbi, Manajer Tottenham Hotspur.