PORTAL7.CO.ID - Winger andalan Barcelona, Raphinha, saat ini berada dalam bayang-bayang sanksi disiplin dari federasi sepak bola Eropa (UEFA). Situasi ini muncul setelah sang pemain melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit Clement Turpin pada pertengahan April 2026.

Ketegangan ini bermula dari laga perempat final Liga Champions yang berlangsung pada Rabu (15/4) dini hari WIB. Barcelona harus merelakan langkah mereka terhenti setelah kalah tipis 1-2 dari Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport, kekalahan tersebut membuat Blaugrana tersingkir dengan agregat 2-3. Kondisi semakin sulit bagi tim tamu setelah Eric Garcia diganjar kartu merah akibat pelanggaran terhadap Alexander Sorloth.

Meski tidak turun langsung ke lapangan dalam pertandingan tersebut, Raphinha meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Ia merasa beberapa keputusan pengadil lapangan sangat merugikan timnya dalam momen krusial tersebut.

"Timnya telah dirampok karena berbagai keputusan yang diambil oleh sang pengadil lapangan," cetus Raphinha selaku pemain Barcelona.

Pernyataan terbuka tersebut kini menjadi perhatian serius otoritas sepak bola Eropa karena dinilai mencederai martabat wasit. Dilansir dari Mundo Deportivo, tindakan pemain asal Brasil tersebut sedang dalam proses pemantauan intensif oleh pihak UEFA.

Sebagai bentuk solusi pencegahan tindakan serupa di masa depan, UEFA dikenal sangat tegas dalam menjaga integritas kompetisi. Jika terbukti melanggar kode etik, mantan pemain Leeds United ini terancam hukuman larangan bertanding hingga tiga laga.

Langkah disipliner ini bukan pertama kalinya terjadi, karena UEFA pernah menjatuhkan sanksi serupa kepada Neymar pada tahun 2019. Hal ini menjadi pengingat penting bagi para atlet profesional untuk tetap menjaga kontrol emosi di ruang publik.

Selain komentar pedas di media sosial, perilaku non-verbal Raphinha di area stadion juga turut menjadi catatan. Ia diketahui memberikan gestur provokatif kepada pendukung tuan rumah sebagai respons atas ejekan yang ia terima di stadion.