PORTAL7.CO.ID - Perubahan zaman adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh umat manusia, termasuk dalam metode penyampaian risalah langit. Saat ini, kita menyaksikan pergeseran paradigma dakwah yang sangat signifikan, di mana mimbar-mimbar tradisional mulai bertransformasi menjadi konten-konten kreatif di layar gawai. Fenomena ini menuntut para pengemban dakwah untuk lebih adaptif namun tetap memegang teguh prinsip-prinsip syariat agar esensi agama tidak tergerus oleh tren sesaat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan panduan fundamental mengenai bagaimana seharusnya ajakan kepada kebenaran itu disampaikan kepada setiap generasi. Dalam berdakwah, kecerdasan dalam memilih metode yang relevan dengan audiens adalah kunci utama agar pesan tersebut dapat meresap ke dalam sanubari. Berikut adalah landasan utama dalam berdakwah yang relevan sepanjang zaman:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Terjemahan: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
Kecepatan informasi di media sosial seringkali melahirkan kegaduhan dan penyebaran berita yang belum terverifikasi kebenarannya atau *hoax*. Dalam konteks ini, nilai *tabayyun* atau verifikasi menjadi sangat krusial untuk diajarkan kepada generasi muda agar mereka tidak mudah terombang-ambing oleh opini publik yang menyesatkan. Menjaga integritas konten dakwah berarti memastikan bahwa setiap kutipan dan dalil yang disampaikan memiliki sanad yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Terjemahan: Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujurat: 6)
Tanggung jawab seorang Muslim dalam menyebarkan kebaikan di dunia maya sangatlah besar, karena setiap kata yang diketik akan dicatat oleh malaikat dan disaksikan oleh ribuan pasang mata. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan motivasi luar biasa bagi siapa saja yang mampu menjadi pelopor kebaikan dan penunjuk jalan menuju rida Allah. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih bijak dalam membagikan konten, memastikan bahwa apa yang kita sebarkan adalah kebenaran yang membawa manfaat.
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Terjemahan: Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun. (HR. Muslim)
Sebagai penutup, marilah kita jadikan ruang digital sebagai ladang jihad intelektual untuk meninggikan kalimat Allah dengan cara-cara yang santun dan beradab. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita, menjaga lisan dan jari-jemari kita dari kemaksiatan, serta menjadikan setiap konten yang kita buat sebagai saksi pembela di hari kiamat kelak. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menyampaikan kebenaran dan jadikanlah generasi muda kami sebagai generasi yang mencintai Al-Qur'an dan Sunnah di mana pun mereka berada.
Sumber: Muslimchannel