PORTAL7.CO.ID - Klub raksasa Jerman, Bayern Munich, harus mengakhiri mimpi mereka untuk meraih gelar Liga Champions di musim 2025/2026. Hal ini terjadi setelah mereka gagal melewati hadangan Paris Saint-Germain (PSG) pada babak semifinal kompetisi elit Eropa tersebut.

Kegagalan ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kubu Die Roten, yang langsung memicu reaksi keras dari jajaran manajemen klub. Fokus utama dari kritik tersebut tertuju pada kinerja wasit yang memimpin pertandingan krusial tersebut.

Peristiwa penentuan nasib Bayern Munich ini terjadi pada hari Rabu, 6 Mei 2026. Pada tanggal tersebut, agregat skor akhir memastikan PSG melaju ke partai final Liga Champions musim mendatang.

Kritik tajam tersebut secara terbuka disampaikan oleh CEO Bayern Munich, Jan-Christian Dreesen, kepada UEFA. Ia merasa keputusan-keputusan yang diambil selama pertandingan sangat merugikan posisi timnya secara signifikan.

Menurut pandangan manajemen klub, serangkaian keputusan yang diambil oleh wasit utama pertandingan menjadi biang keladi utama dari hasil minor tersebut. Keputusan-keputusan ini dinilai sangat kontroversial oleh pihak Bayern Munich.

"Pengalaman wasit menjadi biang keladi keputusan kontroversial di semifinal UCL," ujar CEO Bayern Munich, Jan-Christian Dreesen, mengenai jalannya pertandingan penentu tersebut.

Dreesen secara spesifik menyoroti peran wasit utama dalam laga krusial tersebut. Wasit yang dimaksud adalah João Pinheiro, yang dianggap membuat beberapa keputusan yang berdampak besar pada jalannya laga penentuan itu.

Dilansir dari JABARONLINE.COM, kekecewaan ini berpusat pada minimnya keadilan yang dirasakan oleh klub Bavaria tersebut dari keputusan-keputusan yang dikeluarkan di lapangan. Hal ini mengakhiri ambisi besar klub musim ini untuk meraih trofi Eropa.

Dreesen dan manajemen klub berharap UEFA dapat meninjau kembali standar kepemimpinan wasit dalam pertandingan-pertandingan penting di masa mendatang. Evaluasi ini dianggap penting untuk menjaga integritas kompetisi.