PORTAL7.CO.ID - Umat Muslim di wilayah Kota Banda Aceh kini telah memasuki hari ke-11 Ramadan yang jatuh pada tanggal 1 Maret 2026. Momen berbuka puasa menjadi waktu yang paling dinantikan bagi masyarakat Serambi Mekkah setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Penentuan waktu Maghrib yang akurat sangat krusial agar ibadah berjalan sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang berlaku.

Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, waktu berbuka ditandai dengan berkumandangnya azan Maghrib di wilayah setempat. Selain jadwal berbuka, otoritas terkait juga telah menetapkan waktu Isya di Banda Aceh pada pukul 20.03 WIB. Masyarakat diimbau untuk memantau jam tersebut guna memastikan ketepatan waktu dalam mengakhiri puasa harian mereka secara serentak.

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW bagi setiap mukmin. Hal ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad RA mengenai keutamaan untuk tidak menunda waktu berbuka hingga munculnya bintang. Tradisi ini sekaligus menjadi pembeda identitas ibadah umat Islam dibandingkan dengan kebiasaan kaum Yahudi dan Nasrani pada masa lampau.

Dalam menjalankan prosesi berbuka, umat Islam disarankan mengawali dengan mengonsumsi kurma dan air putih sesuai anjuran Nabi. Kurma dipilih karena kandungan gula alaminya mampu mengembalikan energi tubuh secara instan tanpa membebani sistem pencernaan secara mendadak. Jika kurma sulit ditemukan, buah-buahan berserat tinggi lainnya seperti pisang atau apel dapat menjadi alternatif menu sehat bagi warga.

Sesuai dengan riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, doa berbuka puasa yang dianjurkan adalah "Allahumma lakashumtu wa’alaa rizqika afthortu". Doa ini mengandung makna syukur yang mendalam atas rezeki yang diberikan Allah SWT untuk membatalkan puasa pada hari tersebut. Di Aceh sendiri, hidangan khas seperti timphan, kolak, atau bubur kanji rumbi sering menjadi pelengkap takjil yang menggugah selera.

Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat memberikan jeda waktu antara konsumsi takjil dan makan besar setelah melaksanakan salat Maghrib. Langkah ini bertujuan agar organ pencernaan tidak kaget dan dapat berfungsi secara optimal setelah beristirahat selama belasan jam. Selain itu, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh melalui pola 2-4-2 sangat penting dilakukan guna mencegah risiko dehidrasi selama bulan suci.

Penerapan pola minum dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur akan menjaga kebugaran tubuh tetap prima. Dengan memperhatikan jadwal resmi dan tips kesehatan ini, diharapkan umat Muslim di Banda Aceh dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan maksimal. Pastikan untuk selalu merujuk pada sumber otoritas resmi guna mendapatkan informasi waktu ibadah yang valid setiap harinya.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/jadwal-buka-puasa-banda-aceh-1-maret-2026