PORTAL7.CO.ID - Pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan dinamika menarik seiring dengan munculnya unit bekas BYD Atto 1 di pasar daring. Hal ini terjadi kurang dari setahun setelah mobil listrik mungil tersebut resmi diluncurkan pada Juli 2025.

Kondisi ini memberikan opsi harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang sebelumnya mengincar BYD Atto 1 sebagai mobil listrik termurah dari merek asal Tiongkok tersebut. Berdasarkan pemantauan platform jual beli mobil bekas, terlihat adanya variasi harga yang kompetitif.

Penurunan harga pada unit bekas ini cukup signifikan, meskipun rata-rata usia pemakaian kendaraan tersebut belum genap satu tahun. Fenomena ini mencerminkan kondisi umum depresiasi nilai jual kembali mobil.

Dilansir dari Detik Oto, salah satu unit BYD Atto 1 tipe Premium dengan STNK Desember 2025 saat ini ditawarkan sekitar Rp 224 jutaan. Kendaraan ini dilaporkan baru menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer saja.

Sementara itu, pilihan yang lebih ekonomis hadir dari varian Dynamic yang dibanderol mulai Rp 190 juta. Unit dengan harga terendah ini tercatat memiliki STNK November 2025 dan odometer menunjukkan jarak tempuh sekitar 10.000 kilometer.

Ada pula unit varian Dynamic dengan jarak tempuh sangat rendah, yakni hanya 1.000 kilometer, yang dipasarkan seharga Rp 197 juta. Sebagai perbandingan, harga unit baru tipe Dynamic saat ini adalah Rp 199 juta, sedangkan Premium menyentuh Rp 235 juta.

Fenomena ini menyiratkan adanya depresiasi yang cukup besar, terutama pada model Premium, dalam kurun waktu pemakaian kurang dari enam bulan. Meskipun demikian, kepemilikan mobil listrik tetap menawarkan keuntungan finansial lain, yakni pembebasan pajak tahunan.

Pemilik mobil listrik di Indonesia hanya diwajibkan membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143 ribu per tahun. Hal ini menjadi daya tarik tambahan bagi calon pembeli kendaraan nonemisi tersebut.

Secara spesifikasi teknis, varian Dynamic BYD Atto 1 dibekali baterai Blade berkapasitas 30,08 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak maksimal hingga 300 kilometer. Varian Premium menawarkan baterai yang lebih besar, yaitu 38,88 kWh, untuk jangkauan hingga 380 kilometer.