PORTAL7.CO.ID - Gelandang muda Prancis, Desire Doue, tampil sebagai bintang utama dalam kemenangan telak 3-1 tim nasionalnya atas Kolombia dalam laga persahabatan yang berlangsung di Maryland. Kemenangan ini menutup rangkaian pertandingan internasional Prancis pada jeda Maret 2026 dengan catatan positif.
Doue menunjukkan performa impresif dengan menyumbang dua gol, masing-masing tercipta di babak pertama dan babak kedua pertandingan tersebut. Selain kontribusi Doue, Marcus Thuram juga berhasil mencatatkan namanya di papan skor, mengamankan keunggulan Les Bleus.
Timnas Kolombia sempat memberikan perlawanan signifikan dan berhasil memperkecil ketertinggalan menjelang akhir laga melalui gol yang dicetak oleh Jaminton Campaz. Namun, upaya mereka gagal membendung dominasi Prancis yang bermain solid di segala lini.
Kylian Mbappe, yang masuk menggantikan pemain lain pada menit ke-78, hampir saja menambah pundi-pundi gol Prancis pada masa injury time. Sayangnya, gol yang ia lesakkan dianulir oleh wasit karena dianggap berada dalam posisi offside.
Apabila gol tersebut disahkan, Mbappe akan mengoleksi total 57 gol untuk timnas Prancis, menyamai rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Les Bleus. Statistik ini menunjukkan betapa dekatnya Mbappe dengan pencapaian bersejarah tersebut.
Penampilan gemilang Doue dalam laga ini juga mengukir catatan historis tersendiri bagi kariernya di tim nasional. Ia menjadi pemain Prancis pertama yang sukses mencetak brace dalam pertandingan debutnya sejak terakhir kali dilakukan oleh Thomas Lemar pada Agustus 2017 silam.
Dilansir dari beinsports.com, Doue mengungkapkan rasa bangganya setelah pertandingan usai. "Ada banyak rasa bangga. Saya sangat senang. Ini adalah kemenangan besar," ujar Doue kepada TF1.
Statistik menunjukkan bahwa Doue melepaskan tiga tembakan sepanjang pertandingan yang intens tersebut, dan ketiga-tiganya berhasil mengarah tepat sasaran ke gawang lawan. Hal ini menegaskan efektivitasnya di lini serang Prancis.
Selain Doue, Rayan Cherki juga memberikan kontribusi signifikan dengan menciptakan tiga peluang gol dan mencatatkan 21 operan sukses di area pertahanan lawan. Hal ini memperlihatkan kedalaman skuad Prancis meski terjadi banyak rotasi pemain.