INFOTREN.ID - Bayangkan jika harapan hidup seseorang bergantung pada uluran tangan negara, namun tiba-tiba tangan itu menarik diri. Itulah yang kini dirasakan oleh ratusan pasien talasemia di Indonesia. Sebuah ironi mencengangkan terjadi ketika BPJS Kesehatan menonaktifkan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), bukan hanya pasien gagal ginjal yang menjerit, tetapi juga 673 pasien talasemia yang mayoritas adalah anak-anak! Apa yang sebenarnya terjadi?
Talasemia: Ketika Nafas Anak Bangsa Tergantung Infus dan Transfusi
Talasemia, penyakit kelainan darah genetik yang membutuhkan perawatan rutin dan berkelanjutan, kini menjadi momok yang menghantui ratusan keluarga di Indonesia. Bagaimana tidak, tanpa infus dan transfusi darah secara berkala, kondisi kesehatan pasien talasemia bisa memburuk dengan cepat, bahkan berujung pada kematian.