PORTAL7.CO.ID - Minat masyarakat terhadap investasi emas mengalami peningkatan signifikan, terutama di tengah gejolak ketidakpastian ekonomi global saat ini. Fenomena ini sangat terlihat jelas melalui performa layanan bullion yang ditawarkan oleh PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).
Dilansir dari Money, jumlah nasabah yang memanfaatkan layanan bullion Bank BSI telah melonjak lebih dari 400 persen sejak pertama kali diperkenalkan pada bulan Februari 2025. Pencapaian ini menandai sebuah tonggak penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa kehadiran layanan bank emas ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi yang lebih inklusif. Tujuan utamanya adalah menjadikan emas sebagai aset yang produktif dalam sistem keuangan nasional.
Analisis Saham Pilihan Maret 2026: 5 Blue Chip Unggulan untuk Investasi Saham Jangka Panjang
"Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga bagian sistem keuangan produktif," ujar Anggoro.
Layanan strategis ini secara resmi diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 26 Februari 2025. Peresmian ini terjadi setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin usaha bullion kepada BSI dan Pegadaian untuk mengelola aset emas masyarakat.
Kemudahan akses melalui platform digital yang ditawarkan, ditambah dengan kepatuhan penuh pada prinsip syariah, berhasil menarik perhatian besar dari segmen generasi muda. Tercatat, komposisi nasabah emas dari kalangan Generasi Z menunjukkan peningkatan signifikan, dari sebelumnya 24 persen menjadi kini mencapai 32 persen.
Saat ini, Bank BSI telah berhasil mengelola total emas fisik dengan berat mencapai 22,5 ton. Layanan ini menawarkan integrasi produk yang komprehensif, mulai dari perdagangan, simpanan, cicilan emas, hingga layanan gadai dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Anggoro Eko Cahyo menegaskan komitmen bank terhadap kepatuhan syariah, di mana setiap transaksi dipastikan memiliki jaminan emas fisik yang tersimpan aman di fasilitas penyimpanan perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi operasional.
"Kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI dipastikan memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami," kata Anggoro.