PORTAL7.CO.ID - Kisah inspiratif datang dari Kota Kediri, Jawa Timur, di mana seorang siswa kelas 6 SD berusia 12 tahun berhasil meraih gelar juara pertama dalam sebuah turnamen olahraga. Aditya Dhiaurrahman Abrarkhautar, yang akrab disapa Abrar, menorehkan prestasi di ajang Turnamen Fede Padel Club kategori Bronze Open Man.

Kompetisi olahraga padel tersebut dilaksanakan di Fede Padel Court, Kota Kediri, dan menarik perhatian banyak pihak. Kemenangan Abrar menjadi sorotan utama karena ia mampu mengalahkan 17 pasangan peserta lain yang sebagian besar merupakan atlet dewasa dengan rentang usia yang jauh lebih senior.

Turnamen perdana ini memiliki makna penting bagi perkembangan olahraga padel lokal, sebab digelar bertepatan dengan momen peresmian dan pengukuhan jajaran Pengurus Padel Kota Kediri. Acara bersejarah ini berlangsung pada hari Kamis, 7 Mei 2026.

Abrar merupakan putra dari Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, yang turut menumbuhkan minatnya terhadap aktivitas fisik. Ia sering mengikuti jejak sang ayah yang gemar berolahraga, mulai dari tenis, lari, hingga kini fokus pada padel.

Olahraga padel, yang merupakan gabungan elemen tenis dan squash, kini tengah populer di Kediri. Abrar mulai menekuni olahraga raket ini setelah sering mendampingi ayahnya saat bertugas di wilayah tersebut.

Dilansir dari Detikcom, Turnamen Fede Padel Club menyajikan enam kategori pertandingan berbeda. Selain Bronze Open Man yang dimenangkan Abrar, terdapat kelas lainnya seperti Rookie Women, Rookie Men, Beginner Men, Beginner Women, dan Beginner-Low Bronze Mix.

Meskipun memiliki karakter yang masih polos, Abrar berbagi pengalamannya saat harus bertanding melawan lawan-lawan yang lebih senior di lapangan. Ia mengungkapkan rasa gugupnya sebelum pertandingan dimulai.

"Awalnya deg-degan banget, soalnya lawan-lawannya semua lebih besar dan lebih tua dari aku. Tapi aku sudah latihan dan percaya sama kemampuan sendiri. Senang banget bisa menang, tapi yang paling penting buat aku, olahraga padel itu seru banget dan aku mau terus latihan supaya bisa makin bagus," ujar Abrar sumringah.

AKBP Anggi Saputra Ibrahim, sang ayah, menyatakan rasa haru dan bangga atas perjuangan putranya di tengah persaingan ketat melawan puluhan peserta dewasa. Menurutnya, prestasi ini adalah hasil dari mentalitas pantang menyerah.