Penyanyi sekaligus aktris ternama asal Inggris, Lily Allen, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan mengenai perjuangan pribadinya. Bintang pop berusia 39 tahun tersebut mengungkapkan bahwa ia tengah menjalani serangkaian terapi intensif. Terapi ini dilakukan sebagai upaya serius untuk mengatasi gangguan kecanduan berbelanja yang telah lama ia derita.

Kecanduan berbelanja, atau yang sering disebut sebagai *oniomania*, merupakan kondisi psikologis di mana seseorang memiliki dorongan kompulsif yang tidak terkontrol untuk membeli barang. Allen menyadari bahwa kebiasaan ini telah memengaruhi kualitas hidupnya secara signifikan, baik dari segi finansial maupun emosional. Keputusan untuk mencari bantuan profesional diambil setelah ia merasa dorongan membeli sulit dikendalikan dan mulai merusak kehidupannya.

Pengakuan terbuka dari Lily Allen ini menambah daftar panjang figur publik yang berani membahas isu kesehatan mental secara transparan. Sebelumnya, Allen juga dikenal vokal mengenai perjuangannya melawan masalah kesehatan mental lainnya, termasuk depresi dan penyalahgunaan zat. Dengan mempublikasikan perjuangannya, ia berharap dapat menghilangkan stigma negatif seputar pencarian bantuan psikologis di masyarakat luas.

Para ahli kesehatan mental menekankan bahwa kecanduan perilaku seperti ini memerlukan pendekatan kognitif dan perilaku yang terstruktur. Terapi kognitif perilaku (CBT) sering digunakan untuk membantu pasien mengidentifikasi pemicu di balik dorongan belanja kompulsif tersebut. Penanganan dini sangat penting agar kecanduan tidak berkembang menjadi masalah finansial atau hubungan yang lebih serius di masa depan.

Meskipun tengah fokus pada pemulihan, Allen tetap berusaha menyeimbangkan kehidupan profesionalnya sebagai aktris dan musisi yang aktif. Kecanduan ini sempat menimbulkan tantangan dalam mengelola aset dan pendapatan yang ia peroleh dari industri hiburan yang serba cepat. Proses terapi diharapkan dapat memberikan Allen mekanisme koping yang lebih sehat untuk menghadapi stres dan tekanan kerja yang berkelanjutan.

Saat ini, proses terapi yang dijalani Allen dilaporkan berjalan secara rutin di bawah pengawasan terapis berlisensi yang berpengalaman. Dukungan penuh juga diberikan oleh keluarga dan rekan-rekan terdekatnya dalam industri hiburan, yang memahami pentingnya pemulihan. Langkah berani ini diapresiasi oleh banyak penggemar yang melihatnya sebagai inspirasi untuk mencari solusi atas masalah serupa yang mungkin mereka hadapi.

Pengalaman Lily Allen menjadi pengingat bahwa masalah kecanduan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang status sosial atau tingkat kekayaan. Kesadaran diri dan kemauan untuk menjalani pengobatan adalah langkah awal yang krusial menuju pemulihan yang berkelanjutan. Diharapkan, proses terapi ini akan membantu sang bintang kembali fokus pada karier dan mencapai kesehatan mental yang stabil secara utuh.