PORTAL7.CO.ID - Penyerang andalan Atletico Mineiro (Atletico-MG), Hulk, menyampaikan reaksi resminya mengenai insiden kericuhan massal yang mewarnai penutup laga klasik melawan rival sekota, Cruzeiro. Peristiwa memalukan ini terjadi di Stadion Mineirao pada hari Minggu, 8 Maret 2026, seperti dilansir dari CNN Brasil.
Ketegangan di lapangan Gigante da Pampulha tersebut mencapai puncaknya pada menit ke-51 babak kedua, ketika aksi saling pukul, tendang, dan dorong antara pemain kedua kubu pecah tak terkendali.
Hulk secara terbuka menyatakan penyesalannya yang mendalam atas terjadinya kekerasan yang melibatkan para pemain profesional di lapangan hijau. Ia menekankan bahwa insiden tersebut sangat disayangkan dan ia tidak akan lelah untuk menyampaikan permintaan maafnya.
Meskipun menyesal, Hulk mencoba memberikan konteks mengenai keterlibatannya dalam baku hantam tersebut, yang disebutnya jarang ia alami sepanjang karier sepak bolanya. Ia membela diri dengan menyatakan bahwa reaksi muncul karena adanya pembelaan terhadap rekan setim.
Mengenai keterlibatannya, Hulk mengungkapkan, "Saya tidak ingat pernah berpartisipasi dalam kekerasan seperti itu dalam pertandingan sepak bola yang saya ikuti. Ini sangat disesalkan dan saya tidak akan bosan meminta maaf," ujar Hulk.
Ia menambahkan bahwa panasnya tensi laga membuat para pemain spontan bereaksi ketika melihat rekan setim diserang oleh lawan. Menurutnya, para pemain hanya berusaha membela kehormatan klub masing-masing di tengah atmosfer pertandingan yang memanas.
Lebih lanjut, Hulk menyayangkan kinerja wasit Matheus yang dinilainya gagal mengambil alih kendali pertandingan sejak awal babak kedua dimulai. Kegagalan kontrol ini menjadi faktor krusial yang memicu escalasi kekerasan.
Hulk mengkritik keputusan wasit dengan tegas, "Saya sudah bilang padanya di awal babak kedua, 'jika Anda tidak punya kendali atas permainan, lupakan saja'. Mulai ada tamparan dan dorongan, tapi dia tidak melakukan apa pun," tuturnya.
Pemain yang mengenakan nomor punggung 7 ini juga menyamakan kualitas pertandingan yang terganggu tersebut dengan laga persahabatan penuh kekerasan yang pernah ia alami di Orlando. Pelanggaran yang berulang membuat permainan tidak berjalan sebagaimana mestinya.