PORTAL7.CO.ID - Sebuah keluhan serius mengenai kualitas lingkungan dan kesehatan warga muncul di Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah warga mulai merasakan dampak negatif yang signifikan sejak awal April 2026.
Permasalahan utama yang diangkat adalah munculnya bau menyengat yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bau tak sedap ini dikaitkan langsung dengan operasional fasilitas dapur umum yang baru diresmikan.
Selain bau, warga juga menduga adanya indikasi pencemaran serius terhadap sumber air sumur yang mereka gunakan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai potensi masalah kesehatan jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Dampak buruk tersebut mulai dirasakan warga sejak awal bulan April 2026. Hal ini bertepatan dengan dimulainya operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilaku.
Dapur SPPG Cilaku tersebut merupakan bagian integral dari program pemerintah yang dikenal sebagai Makan Bergizi Gratis (MBG). Lokasi dapur yang berdekatan dengan area permukiman penduduk diduga menjadi faktor utama timbulnya gangguan lingkungan ini.
Warga yang terdampak langsung telah menyuarakan keresahan mereka secara terbuka pada hari Selasa, tepatnya tanggal 28 April 2026. Mereka menuntut perhatian serius dari pihak terkait mengenai kondisi lingkungan yang mereka rasakan semakin memburuk.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, warga setempat mengungkapkan bahwa gangguan lingkungan ini sudah dirasakan sejak dapur MBG mulai beroperasi. Mereka merasa kondisi lingkungan hidup mereka terancam akibat dampak operasional tersebut.
Keresahan warga ini berpusat pada bagaimana fasilitas publik yang bertujuan baik justru menimbulkan masalah lingkungan yang nyata bagi masyarakat sekitar. Mereka berharap agar pihak berwenang segera mencari solusi terbaik atas masalah pencemaran ini.