Portalnusantara.id Lebak – Warga Kampung Kaum Lebak, RT 02 RW 08, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kembali menjerit. Hampir 15 tahun lamanya, setiap hujan turun, air bercampur lumpur dan kotoran masuk ke rumah-rumah warga. Ironisnya, lokasi permukiman tersebut berada di jantung Kota Rangkasbitung, tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.

Kondisi ini membuat warga hidup dalam kecemasan berkepanjangan. Selain merusak perabotan rumah tangga, banjir yang terus berulang dinilai mengancam kesehatan dan keselamatan warga.

Ketua RT 02 Kampung Kaum Lebak, Eprijal, menegaskan bahwa persoalan banjir tersebut sudah lama dilaporkan kepada pemerintah daerah. Namun hingga kini, keluhan warga belum juga ditindaklanjuti secara nyata.