Pasar modal Amerika Serikat dilanda gelombang aksi jual besar-besaran pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026). Sentimen negatif ini muncul akibat kekhawatiran mendalam terhadap disrupsi teknologi kecerdasan buatan atau AI di berbagai sektor industri. Selain itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan tarif Presiden Donald Trump menambah tekanan bagi para pelaku pasar di New York.

Berdasarkan data yang dihimpun dari CNBC pada Selasa (24/2/2025), indeks Dow Jones Industrial Average merosot tajam hingga 821,91 poin. Penurunan sebesar 1,66 persen tersebut memaksa indeks blue-chip ini mendarat di level 48.804,06. Pergerakan ini mencerminkan kepanikan investor yang mulai meragukan stabilitas ekonomi di tengah transisi kebijakan baru.

Kondisi serupa juga terlihat pada indeks Nasdaq Composite yang didominasi oleh saham-saham sektor teknologi. Indeks tersebut mengalami koreksi sebesar 1,13 persen dan berakhir pada posisi 22.627,27. Pelemahan ini mempertegas bahwa sektor teknologi sedang berada di bawah pengawasan ketat akibat isu efisiensi penggunaan teknologi AI yang masif.

Sumber: Jabaronline

https://jabaronline.com/post/badai-di-wall-street-efek-domino-ai-dan-kebijakan-trump-seret-indeks-as