PORTAL7.CO.ID - Perkembangan signifikan terjadi dalam isu dugaan ijazah palsu yang sempat mengemuka, melibatkan nama Rismon sebagai salah satu penuding utama. Rismon secara resmi menyampaikan permohonan maafnya langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Momen penting ini terwujud dalam sebuah pertemuan tatap muka yang diadakan di kediaman pribadi Presiden di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada hari Kamis, 12 Maret. Pertemuan ini menjadi babak baru mengingat sebelumnya Rismon terlibat dalam polemik publik mengenai isu tersebut.
Sebelum pertemuan tersebut, Rismon diketahui telah mengajukan permohonan restorative justice (RJ) kepada pihak Polda Metro Jaya. Langkah ini mengindikasikan adanya upaya rekonsiliasi atau penyelesaian di luar proses hukum formal.
Pasca pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Rismon memberikan pernyataan terbuka kepada publik mengenai hasil pertemuan tersebut. Ia menekankan pentingnya permintaan maaf ini, khususnya kepada pihak yang dituding.
"Tentu saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo," kata Rismon setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi, dilansir dari pemberitaan saat itu.
Rismon sebelumnya tercatat sebagai salah satu tersangka yang ditangani oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pemalsuan ijazah yang ditujukan kepada Presiden Jokowi. Kasus ini juga melibatkan nama-nama lain seperti Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma, atau yang dikenal sebagai dr Tifa.
Ketiganya sempat melontarkan tudingan tersebut berdasarkan penelitian yang mereka tuangkan dalam sebuah buku berjudul Jokowi's White Paper. Rismon mengklaim bahwa kontribusinya dalam buku tersebut mencakup sekitar 180 halaman dari total 700 halaman karya tersebut.
Rismon menekankan bahwa penelitian yang ia lakukan bersifat independen, meskipun hasilnya diterbitkan bersama dengan penelitian dari Roy Suryo dan dr Tifa. Ia menjelaskan bahwa proses analisis dan geografi penulisan mereka terpisah satu sama lain.
"Artinya tulisan kami, antara Pak Roy dan Bu Tifa tidak ada saling kebergantungan, tidak ada saling keterkaitan karena ditulis secara terpisah baik secara geografi maupun analisa," kata Rismon, menjelaskan independensi risetnya.