PORTAL7.CO.ID - Arsenal, klub yang berbasis di London Utara, berhasil mengamankan satu tempat di babak final Liga Champions musim ini setelah menuntaskan perlawanan sengit dari Atletico Madrid. Kemenangan ini diraih melalui keunggulan agregat skor tipis 2-1 atas tim asal Spanyol tersebut.
Keberhasilan ini merupakan momen bersejarah bagi The Gunners karena menandai kembalinya mereka ke panggung final kompetisi klub paling bergengsi di Eropa tersebut. Pencapaian ini adalah yang pertama kalinya sejak mereka mencapai final pada musim kompetisi 2005/2006.
Di bawah arahan pelatih Mikel Arteta, Arsenal kini dijadwalkan akan berhadapan dengan Paris Saint-Germain di laga puncak. Pertandingan final tersebut akan menjadi kesempatan perdana bagi klub London tersebut untuk mengangkat trofi Liga Champions sepanjang sejarah mereka.
Arsenal sebelumnya pernah mencapai final Liga Champions pada tahun 2006, namun saat itu mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah tipis 1-2 dari raksasa Spanyol, Barcelona. Kini, tantangan baru menanti melawan PSG untuk merebut gelar impian tersebut.
Setelah pertandingan, terlihat perayaan yang cukup meriah di dalam stadion, termasuk penggunaan kembang api, yang kemudian menuai kritik dari mantan penyerang tim nasional Inggris, Wayne Rooney. Rooney menganggap perayaan tersebut terlalu berlebihan mengingat tim belum meraih gelar juara.
Namun, pandangan Rooney ini mendapat pembelaan kuat dari mantan bek Arsenal, Martin Keown. Keown menekankan bahwa pencapaian tim asuhan Arteta layak mendapatkan apresiasi tinggi atas konsistensi mereka sepanjang turnamen tanpa pernah terkalahkan.
Keown menyoroti beratnya perjalanan yang harus dilalui para pemain Arsenal, mulai dari fase liga hingga fase gugur kompetisi musim ini. "Rasanya kalau Anda melalui satu musim penuh di Liga Champions tanpa kekalahan, itu nyaris dua kompetisi lho. Anda main delapan kali di fase liga lalu ke fase gugur, tujuh pertandingan ya kalau sampai final, menurut saya itu layak dipuji," ujar Keown, sebagaimana dikutip dari Metro.
Mantan bek tersebut juga mengamati bahwa atmosfer perayaan yang tercipta adalah bentuk apresiasi yang ditujukan kepada para pendukung setia klub. Menurut Keown, energi positif dari perayaan itu penting untuk melepaskan ketegangan sebelum fokus sepenuhnya beralih ke pertandingan final yang krusial.
Keown menambahkan bahwa reaksi para pemain tetap terkontrol meskipun terdapat kegembiraan pasca-pertandingan. "Menurut saya sih mereka butuh energi itu, tim ini butuh merasakan sedikit perayaan, tapi mereka menahannya. Saya melihat para pemain, langsung setelah pertandingan, bersikap sangat relaks, tidak ada yang berlebihan karena itu buat para suporter," kata Keown.