TANGERANG – Sekelompok ibu-ibu Warga Sepatan teriak dan histeris mendatangi SMKN 2 Kabupaten Tangerang pada Selasa pagi (15/07/2025), untuk menyampaikan keluhan terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Kedatangan mereka dipicu oleh kekecewaan karena anak-anak mereka tidak diterima di SMKN 2 Kabupaten Tangerang meskipun mengaku telah memenuhi syarat.

Sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan orang tua siswa, sebagian besar ibu-ibu, memadati area depan gerbang SMKN 2 kabupaten Tangerang sambil membawa spanduk kecil dan poster bertuliskan “Tolong Anak Kami Diterima” dan “Pendidikan Hak Kami Bukan hak mereka saja,” Aksi berlangsung damai namun penuh Histeris serta teriakan para ibu ibu dan anak siswa.

Supriyadi ketua RT 01/01 yang akrab disapa Tole , mengaku kecewa karena anaknya tidak lolos seleksi, padahal rumahnya hanya berjarak beberapa meter saja dari sekolah.

“Kami merasa tidak adil, Katanya sistem Domisili, tapi kenapa anak kami yang dekat dengan sekolah malah tidak diterima?” keluh Supriyadi kepada wartawan.

Selanjutnya, Dedi Subandi kordinator Aksi. sekaligus Ketua RT 02 , mengatakan kami menuntut agar Ketua Panitia SPMB segera dicopot karena telah mencederai kepercayaan masyarakat. Banyak anak-anak kami yang layak, tetapi tidak diterima tanpa alasan yang jelas

Lanjut Dedi dan kami menilai pihak SMKN 2 cara melakukan sosialisasi terlalu mendesak, waktu tinggal tiga hari pendaftaran barulah dilaksanakan sosialisasi sehingga warga disini tidak memahami dengan sistem SPMB tahun ini dinilai janggal dan tidak adanya ketransfaran dalam melakukan sosialisasi,sedangkan anak yatim piatu yang rumahnya dibelakang sekolah tidak terima.

“Aksi ini menjadi sorotan di tengah proses SPMB yang seharusnya menjunjung tinggi asas transparansi, akuntabilitas, dan keadilan,” tegasnya

Masyarakat berharap agar pihak Dinas Pendidikan Provinsi banten dan Gubernur Banten turun tangan dan mengevaluasi mekanisme penerimaan siswa di sekolah negeri, khususnya SMKN 2 kabupaten Tangerang.

Dan Para orang tua berharap adanya solusi atau penambahan kuota agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan di SMKN 2 kabupaten Tangerang yang mereka harapkan.