PORTAL7.CO.ID - Rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way), lawan arah (contraflow), dan pembatasan kendaraan berbasis nomor polisi (ganjil genap) masih menjadi kebijakan utama untuk mengelola arus mudik Lebaran 2026. Keputusan ini dikonfirmasi masih berlaku hingga Kamis, 19 Maret 2026, sebagaimana informasi yang dihimpun dilansir dari Money.
Penerapan skema lalu lintas ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang terpantau bergerak menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai destinasi utama pemudik. Koordinasi intensif antara Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Korlantas Polri menjadi kunci dalam implementasi pengaturan di lapangan.
Sejak Rabu, 18 Maret 2026, puncak arus mudik mulai menunjukkan peningkatan signifikan, memaksa otoritas untuk terus mengoptimalkan berbagai titik pengaturan lalu lintas krusial. Fokus utama pengaturan berada pada ruas tol vital, mulai dari Tol Jakarta-Cikampek hingga mencapai Tol Kalikangkung di Semarang.
Sistem ganjil genap diberlakukan sebagai upaya terukur untuk meredam kepadatan volume kendaraan di jalur utama mudik dengan memilah kendaraan berdasarkan digit terakhir pelat nomor mereka. Kebijakan ganjil genap ini dijadwalkan mulai berlaku sejak 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Sementara itu, sistem contraflow diterapkan sebagai solusi menambah kapasitas jalur secara temporer ke arah timur ketika lonjakan volume kendaraan sudah mencapai batas maksimal kapasitas normal jalan tol. Tujuannya adalah menjaga kelancaran pergerakan kendaraan di tengah volume yang padat.
Untuk mempercepat laju kendaraan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, skema satu arah penuh atau one way juga diaktifkan pada periode tertentu. "One way berlaku mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB," demikian disebutkan dalam detail pengaturan yang berlaku.
Otoritas terus menekankan bahwa rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah dinamis untuk mengurai kepadatan yang tak terhindarkan selama periode Lebaran. Pemudik sangat diimbau untuk proaktif memantau perkembangan terbaru mengenai skema lalu lintas ini sebelum memulai perjalanan.
Dilansir dari Money, terdapat himbauan kepada para pemudik agar menyesuaikan waktu keberangkatan mereka dan senantiasa mematuhi setiap arahan yang diberikan oleh petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Perencanaan perjalanan yang matang dinilai krusial untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan.
Selain kebijakan skala nasional, pengaturan lalu lintas juga telah disiapkan secara spesifik di tingkat daerah, terutama di wilayah Jawa Tengah, sebagai antisipasi tambahan. Polda Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah skenario khusus untuk menghadapi lonjakan kendaraan di ruas tol tertentu.