PORTAL7.CO.ID - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrat, Liz Conmy, mengakhiri masa baktinya sebagai pelayan publik setelah meninggal dunia dalam sebuah insiden tragis. Kabar duka ini terjadi pada hari Senin, 27 April 2026, menyusul kecelakaan pesawat yang menimpanya.

Peristiwa nahas ini menimpa Conmy saat ia tengah menjabat sebagai perwakilan resmi untuk wilayah Fargo. Kepergiannya yang mendadak di tengah masa tugasnya telah mengejutkan banyak pihak di lingkungan legislatif.

Pihak Dem-NPL secara resmi telah mengonfirmasi berita duka mengenai wafatnya legislator tersebut. Kabar ini menyebar cepat dan menimbulkan rasa kehilangan mendalam di kalangan rekan-rekan sejawatnya.

Rekan kerjanya, Zac Ista, yang menjabat sebagai Pemimpin Minoritas DPR, mengungkapkan kesedihannya yang tak terhingga atas meninggalnya Conmy. Ista mengenang sosok Conmy sebagai seorang sahabat dekat yang memiliki semangat hidup tinggi.

Zac Ista menyampaikan kenangan pribadinya mengenai mendiang Conmy. Beliau mengatakan, "Saya benar-benar hancur atas kehilangan sahabat kami Liz. Ia menjalani hidup sepenuhnya, tidak pernah gentar menghadapi petualangan atau menyuarakan pendapatnya—seringkali dengan cara yang sangat lugas dan menyegarkan."

Lebih lanjut, Ista menyoroti kontribusi Conmy selama bertugas di parlemen. "Sebagai seorang legislator, ia adalah pejuang gigih untuk pendidikan publik, lingkungan hidup, dan transparansi pemerintahan," ujar Zac Ista.

Ista juga memuji kemampuan Conmy dalam membangun hubungan interpersonal di tengah perbedaan politik. "Dengan selera humor yang tajam, Liz dengan cepat menjalin persahabatan yang tulus di seluruh spektrum politik. Benar-benar tidak ada seorang pun di DPR yang lebih pandai membuat atau menerima lelucon selain Liz," tambah Zac Ista.

Mengenai karakter kepemimpinan Conmy, Ista memberikan apresiasi khusus. Ia menggarisbawahi bahwa Conmy adalah contoh bagaimana menjalankan tugas dengan serius tanpa menjadi terlalu kaku. "Dia adalah contoh utama tentang bagaimana menyikapi pekerjaan dengan sungguh-sungguh tanpa menganggap diri sendiri terlalu serius," kata Zac Ista.

Sebagai penutup, Ista menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. "Sebagai seorang teman, ada lubang menganga di hati saya. Sebagai warga negara, saya berduka atas hilangnya seorang abdi masyarakat yang luar biasa. Semoga anak-anaknya yang cantik, keluarga, dan teman-temannya menemukan kedamaian di masa sulit ini," ungkap Zac Ista.