Dinamika ekonomi global kini tengah menghadapi tantangan serius akibat wacana kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat yang kontroversial. Para pelaku pasar di seluruh dunia mulai menunjukkan gelagat untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen investasi yang lebih stabil. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi guncangan yang mungkin terjadi di pasar keuangan internasional dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan terbaru dari Jakarta, pergerakan investor global diprediksi akan semakin masif menuju aset aman atau safe haven. Fenomena ini dipicu oleh kekhawatiran mendalam terhadap fluktuasi kebijakan ekonomi yang bakal diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Ketidakpastian ini membuat banyak pihak merasa perlu segera melindungi portofolio mereka dari risiko kerugian yang tidak terduga.

Kebijakan tarif yang diusung oleh Donald Trump dinilai bukan sekadar instrumen ekonomi biasa bagi negara adidaya tersebut. Banyak pihak melihat langkah ini sebagai sinyal kuat kembalinya era proteksionisme yang sangat ketat dalam sistem perdagangan dunia. Hal tersebut menciptakan atmosfer ketegangan baru di antara negara-negara mitra dagang Amerika Serikat di berbagai belahan dunia.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, memberikan analisisnya terkait situasi pelik ini. Menurut Rizal, para investor tidak hanya memandang kebijakan tarif tersebut sebagai bentuk proteksionisme ekonomi semata. Ia menekankan bahwa kebijakan ini juga menjadi sumber utama dari ketidakpastian kebijakan atau policy uncertainty di masa mendatang.

Dampak dari ketidakpastian ini diperkirakan akan merambah ke berbagai sektor keuangan, termasuk nilai tukar mata uang dan pasar saham. Investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi dan lebih memilih emas atau obligasi pemerintah yang dianggap lebih kebal terhadap gejolak. Kondisi ini dapat menekan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang jika tidak diantisipasi dengan kebijakan domestik yang kuat.

Saat ini, para pengamat ekonomi terus memantau setiap perkembangan pernyataan dari otoritas di Washington terkait rincian tarif tersebut. Pasar bereaksi sangat sensitif terhadap setiap informasi baru yang muncul di publik mengenai jadwal penerapan kebijakan proteksionis ini. Ketegangan pasar ini mencerminkan betapa besarnya pengaruh kebijakan domestik Amerika Serikat terhadap stabilitas ekonomi global secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, pergeseran modal menuju aset aman menjadi indikator nyata adanya keraguan terhadap stabilitas pasar global di bawah kebijakan baru. Kejelasan arah kebijakan dari Amerika Serikat sangat dinantikan untuk meredam spekulasi yang terus berkembang di kalangan investor. Tanpa adanya kepastian hukum, volatilitas pasar diprediksi akan terus menghantui iklim investasi internasional hingga beberapa waktu ke depan.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2969770/ada-tarif-trump-investor-bakal-beralih-ke-aset-aman