PORTAL7.CO.ID - Pertandingan perebutan tempat ketiga dalam ajang FIFA Series 2026 antara Timnas Saint Kitts and Nevis menghadapi Timnas Kepulauan Solomon mengalami penundaan tak terduga. Duel ini seharusnya digelar pada Senin sore, 30 Maret 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Keputusan untuk menunda laga krusial ini diambil langsung oleh panitia penyelenggara kompetisi tersebut. Penundaan tersebut dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan stadion pada sore hari.
Prioritas utama panitia adalah menjamin keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan. Hal ini mencakup keselamatan para pemain, ofisial tim, serta seluruh perangkat pertandingan yang bertugas di lapangan.
Laga baru diizinkan untuk dilanjutkan setelah otoritas FIFA memberikan lampu hijau. Keputusan melanjutkan pertandingan hanya bisa diambil setelah kondisi cuaca di sekitar lapangan dipastikan benar-benar aman dan kondusif bagi semua pihak.
Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur area Senayan sejak sore hari, menciptakan suasana yang kurang ideal. Selain hujan lebat, terlihatnya kilatan petir di sekitar stadion menambah tingkat kekhawatiran penyelenggara.
Meskipun demikian, kondisi lapangan dilaporkan masih dalam kondisi baik karena sistem drainase bekerja efektif. Tidak ditemukan adanya genangan air yang signifikan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan secara teknis.
Media Officer PSSI, Bandung Saputra, mengonfirmasi bahwa masalah utama bukanlah genangan air di lapangan. Ancaman sambaran petir menjadi faktor penentu utama mengapa pertandingan harus ditunda sementara dari jadwal awal.
"Lapangan tidak tergenang air. Cuma memang ada petir. Sehingga mengkhawatirkan dan pertandingan ditunda sementara," ujar Bandung Saputra dalam keterangannya.
Hingga pukul 16.15 WIB, langit di atas SUGBK masih terlihat gelap pekat, memaksa panitia memantau situasi hingga waktu yang ditentukan. Keputusan akhir mengenai kelanjutan laga baru dibuat setelah pemantauan hingga pukul 16.30 WIB.