PORTAL7.CO.ID - Pelatih kepala Harambee Stars, Benni McCarthy, telah mengidentifikasi satu area krusial yang harus segera diperbaiki oleh tim nasional Kenya jika ingin meraih kesuksesan di panggung internasional. Area fokus tersebut adalah peningkatan intensitas permainan sejak menit-menit awal pertandingan.
Evaluasi ini muncul setelah McCarthy mencermati secara mendalam penampilan skuadnya dalam laga pembuka FIFA Series 2026. Pertandingan tersebut mempertemukan Kenya melawan Estonia pada hari Jumat lalu di Kigali, Rwanda.
Dalam laga tersebut, terlihat jelas bahwa Kenya memulai pertandingan dengan tempo yang kurang optimal. Akibatnya, mereka sempat tertinggal lebih dulu pada menit ke-20, sebuah indikasi awal dari masalah yang diangkat oleh sang pelatih.
Namun demikian, performa Harambee Stars menunjukkan peningkatan signifikan memasuki babak kedua. Mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak oleh Ryan Ogam, menunjukkan potensi besar yang dimiliki tim.
Meskipun mendominasi paruh kedua dan menciptakan banyak peluang emas untuk membalikkan keadaan, Kenya akhirnya harus puas dengan hasil imbang sebelum kalah dalam drama adu penalti dengan skor akhir 4-5.
Dilansir dari pulsesports.co.ke, McCarthy mengakui adanya karakter positif yang ditunjukkan oleh para pemainnya ketika mereka berhasil bangkit di babak kedua. "Tim saya memiliki karakter dan kepribadian yang baik karena saya pikir di babak pertama kami agak gugup, tetapi di babak kedua kami menunjukkan bahwa ini adalah Afrika, ini tanah kami," kata Benni McCarthy.
Duel Penentuan Posisi: Uzbekistan Jajal Kekuatan Serangan Venezuela di FIFA Series Tashkent
Mantan bintang sepak bola Afrika Selatan tersebut sangat menghargai kualitas individu para pemainnya, namun ia menuntut adanya perubahan fundamental dalam pendekatan taktis mereka di lapangan. McCarthy mengharapkan timnya menjadi lebih proaktif, bukan sekadar bereaksi terhadap tekanan yang diberikan oleh lawan.
McCarthy menilai Estonia memiliki keunggulan dalam hal kekompakan tim, terutama karena mereka telah bermain bersama dalam waktu yang lebih lama. Meskipun demikian, dominasi Kenya pada babak kedua memberikan harapan besar bagi masa depan tim asuhannya.
Ia menegaskan bahwa kunci untuk menaklukkan tim-tim kuat lainnya terletak pada kemampuan mempertahankan ritme permainan yang tinggi sejak awal. "Sekarang saya hanya perlu membuat tim saya melakukan hal itu sejak menit pertama karena jika kami melakukannya, maka kami akan mampu memberikan banyak masalah bagi banyak tim," ujar McCarthy.