PORTAL7.CO.ID - PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) tengah gencar mempromosikan Bahan Bakar Gas (BBG) sebagai solusi energi strategis untuk masa depan transportasi di Indonesia. Langkah yang disosialisasikan di Jakarta pada Jumat (17/4/2026) ini bertujuan mengoptimalkan performa mesin kendaraan sekaligus menekan angka emisi gas buang secara signifikan.

Secara teknis, BBG memiliki keunggulan komparatif yang sangat mencolok dibandingkan bahan bakar minyak konvensional, terutama pada aspek nilai oktan. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa BBG memiliki Research Octane Number (RON) pada rentang 120 hingga 130, yang dilansir dari Money, angka tersebut jauh melampaui standar bahan bakar minyak yang tersedia di pasar saat ini.

"Hal ini memungkinan mesin beroperasi dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi termal mesin secara optimal," ujar Maisalina selaku Direktur Operasi dan Komersial PT Gagas Energi Indonesia.

Keunggulan lain dari sisi lingkungan terletak pada dominasi kandungan metana (CH4) dalam komposisi gas tersebut. Proses pembakaran yang terjadi di ruang mesin diklaim jauh lebih sempurna dan bersih, sehingga mampu meminimalisir pembentukan residu karbon yang sering merusak komponen internal.

"Dengan manfaat yang optimal pada mesin, penggunaan BBG dapat membuat mesin lebih awet dan mengurangi biaya perawatan," kata Maisalina.

Keamanan sistem penyimpanan gas juga menjadi prioritas utama dalam implementasi teknologi konversi ini bagi masyarakat luas. Tangki khusus berkapasitas 15 liter gas telah dirancang dengan standar tinggi untuk memitigasi risiko fatalitas apabila terjadi kebocoran saat kendaraan beroperasi di jalan raya.

"Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan, karena pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG melalui standar keselamatan internasional oleh tenaga ahli yang kompeten," jelas Maisalina.

Dari perspektif ekonomi, stabilitas harga menjadi daya tarik utama bagi para pengguna transportasi publik maupun kendaraan pribadi. Harga BBG saat ini dipatok konstan pada angka Rp 4.500 per liter setara pertalite (LSP), dengan tingkat efisiensi konsumsi mencapai 10 kilometer untuk setiap satu LSP.

"Harga BBG juga stabil di angka Rp 4.500 per LSP, sangat bersahabat karena sumber gasnya berasal dari sumber domestik," tutur Maisalina.