PORTAL7.CO.ID - Di tengah kemegahan tebing batu Estadio Municipal de Braga yang ikonik, sebuah babak baru sejarah sepak bola Eropa akan segera ditulis. Sporting Braga bersiap menjamu SC Freiburg dalam laga leg pertama semifinal Europa League yang menjadi pencapaian internasional terbesar bagi klub asal Jerman tersebut.
Pertandingan krusial ini tidak hanya menyajikan adu taktik antar pelatih, tetapi juga menjadi panggung bagi para pemain veteran di lini tengah. Jika Nicolas Höfler yang berusia 36 tahun dari Freiburg lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan, situasi berbeda justru dialami oleh sang legenda hidup Portugal, Joao Moutinho.
Di usianya yang telah menginjak 39 tahun, Moutinho tetap menjadi sosok tak tergantikan di skuat asuhan pelatih Carlos Vicens. Pemain dengan koleksi 146 caps internasional ini tercatat selalu tampil dalam 12 pertandingan Europa League musim ini, membuktikan bahwa kualitas teknisnya belum tergerus usia.
Dedikasi luar biasa dari gelandang pemenang Euro 2016 ini dalam menjaga performa di level tertinggi menjadi sorotan utama. Dilansir dari Kicker, Moutinho tetap menjadi pilihan utama di kompetisi domestik dengan mencatatkan 24 kali starter dari total 28 penampilannya bersama Braga musim ini.
Meskipun sudah memasuki usia senja bagi seorang pesepak bola profesional, Moutinho menegaskan bahwa dirinya belum memiliki rencana untuk gantung sepatu dalam waktu dekat. Ia merasa masih memiliki stamina dan motivasi yang cukup untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Eropa.
"Ya, saya ingin terus melanjutkan karier saya karena saya merasa dalam kondisi yang baik, dan itu adalah hal yang paling penting bagi saya saat ini," ujar Joao Moutinho.
"Saya berharap dapat terus membantu Sporting Braga untuk mencapai target-target besar yang telah ditetapkan oleh klub," kata beliau menambahkan.
Perjalanan Braga menuju semifinal musim ini diwarnai dengan berbagai tantangan, termasuk awal musim yang sempat tersendat di liga domestik. Namun, tim berjuluk Os Arcebispos ini berhasil bangkit dan kini bertengger di posisi keempat klasemen Liga Portugal, mengamankan jalur kualifikasi Eropa untuk musim depan.
"Segalanya adalah sebuah proses pengembangan yang membutuhkan kesabaran dari semua pihak," tutur Joao Moutinho saat mengomentari masa adaptasi tim dengan skema pelatih baru di awal musim.