PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mengintensifkan upaya pemberdayaan desa dalam menangani persoalan sampah yang kian mendesak, khususnya akibat meluapnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Strategi utama yang digunakan adalah dengan memaksimalkan alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa yang telah ditingkatkan untuk tahun ini.
Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap kondisi TPA Galuga yang telah melebihi batas kapasitas penampungan sampah yang ideal. Permasalahan sampah di wilayah Bogor memerlukan penanganan komprehensif yang melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan hingga masyarakat akar rumput.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menegaskan bahwa Pemkab Bogor menaruh perhatian serius terhadap kompleksitas isu sampah ini. Tingginya volume timbunan sampah menjadi masalah krusial yang harus segera diatasi bersama.
Menurut pandangan Bambam Setia Aji, peran pemerintah desa sangat vital dalam ekosistem pengelolaan sampah yang efektif. Hal ini mencakup inisiasi program seperti pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga upaya edukasi berkelanjutan kepada warga setempat.
"Pemerintah desa memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, mulai dari pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap munculnya TPS liar juga perlu diperkuat oleh seluruh unsur kewilayahan, mulai dari kecamatan hingga RT dan RW," ujar Bambam Setia Aji.
Langkah preventif berupa pembentukan bank sampah, optimalisasi pengolahan sampah organik, dan peningkatan kesadaran publik dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah praktik pembuangan sampah liar yang merugikan lingkungan.
Pemerintah desa diberikan batas waktu hingga akhir Maret untuk menyelesaikan sosialisasi dan pembenahan sistem pengelolaan sampah internal sebelum Pemkab Bogor menerapkan penegakan aturan secara tegas terhadap praktik pembuangan sampah ilegal.
Sebagai contoh nyata, di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, yang sempat menjadi lokasi tumpukan sampah liar, DLH telah bergerak cepat dengan mengerahkan puluhan unit kendaraan pengangkut sampah. Mereka berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk penggunaan alat berat dalam proses pembersihan.
"Saat ini kami menyiapkan 25 unit kendaraan pengangkut sampah, dan akan ditambah 25 unit lagi esok hari untuk percepatan pembersihan," terangnya lebih lanjut mengenai upaya pembersihan intensif di lokasi tersebut.