PORTAL7.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan pembangunan 218 jembatan yang tersebar di seluruh Indonesia pada hari Senin, 9 Maret 2026. Peresmian ini dilakukan melalui konferensi video yang juga dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Total 218 jembatan yang diresmikan tersebut terdiri dari beragam jenis konstruksi, yakni 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco, dan 82 jembatan perintis. Pembangunan masif ini dikerjakan oleh TNI dengan rentang waktu penyelesaian yang relatif singkat, yaitu hanya dalam kurun waktu 2,5 bulan.
Salah satu infrastruktur yang mendapat sorotan dalam peresmian tersebut adalah Jembatan Cileungsir, yang berlokasi strategis di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Jembatan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerataan konektivitas nasional.
Presiden Prabowo mengungkapkan rasa lega atas rampungnya ratusan jembatan tersebut, yang dinilai krusial untuk menghilangkan potensi bahaya yang dihadapi masyarakat. Hal ini terutama menyangkut anak-anak di daerah terpencil saat harus menyeberangi sungai.
Pembangunan ratusan jembatan ini ditegaskan merupakan upaya pemerintah untuk memberikan bantuan nyata bagi masyarakat yang sangat membutuhkan akses penghubung yang memadai. Jembatan ini sangat penting meskipun beberapa di antaranya hanya membentang puluhan meter saja.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan penyelesaian masalah masyarakat di wilayah terpencil melalui pembangunan infrastruktur dasar, termasuk jembatan penghubung vital. Pemerintah pusat menunjukkan kehadirannya hingga ke tingkat terkecil di desa dan dusun.
"Ini bukti kehadiran pemerintah pusat hingga ke tingkat terkecil, di desa maupun dusun. Pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan kesulitan,” kata Presiden Prabowo Subianto melalui video conference, dilansir dari bogorplus.id.
Sebelum direvitalisasi, kondisi Jembatan Cileungsir di Kota Bogor dinilai sangat mengkhawatirkan dan membahayakan pengguna. Kerusakan diakibatkan oleh tertimpa pohon dan adanya longsoran tanah di sisi kanan jembatan.
Personel Kodim 0606 Kota Bogor bertanggung jawab langsung atas pembangunan kembali jembatan tersebut, yang memakan waktu sekitar dua pekan. Pengerjaan ini dilaporkan sudah dimulai sejak awal bulan Ramadhan.