Kendala bahasa sering menghalangi pemain internasional menikmati ribuan judul game retro Jepang yang tidak pernah dilokalisasi. Untuk mengatasi jurang komunikasi ini, sebuah solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) kini hadir. Proyek *open-source* bernama Interpreter dikembangkan untuk menyediakan terjemahan teks secara *real-time* langsung saat permainan berlangsung.

Alat inovatif ini merupakan hasil pengembangan dari Bertrand Quenin, seorang developer independen. Interpreter dirancang khusus untuk menangkap dan memproses teks berbahasa Jepang yang muncul pada jendela game di layar pengguna. Teks yang dikenali akan langsung diterjemahkan dan ditampilkan kembali, memungkinkan pemain memahami narasi tanpa jeda.

Keunggulan signifikan dari Interpreter adalah kemampuannya untuk beroperasi sepenuhnya secara *offline*. Fitur ini menjamin bahwa seluruh proses penerjemahan dilakukan langsung di perangkat pengguna. Dengan demikian, tidak ada data teks yang perlu dikirimkan ke server eksternal, menjadikan alat ini gratis sekaligus aman dari isu privasi.

Proses penerjemahan oleh Interpreter berjalan otomatis melalui serangkaian tahapan teknis. Alat ini pertama-tama memanfaatkan teknologi *Optical Character Recognition* (OCR) untuk mengenali karakter Jepang yang muncul pada layar game. Setelah teks berhasil diidentifikasi, AI akan memprosesnya sebelum menampilkannya kembali dalam terjemahan bahasa Inggris.

Kehadiran alat seperti Interpreter memiliki implikasi besar terhadap aksesibilitas *gaming* global. Ribuan judul game klasik yang selama ini terkunci di pasar Jepang kini dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas. Hal ini tidak hanya memperkaya pengalaman bermain tetapi juga melestarikan warisan budaya *gaming* yang sebelumnya terabaikan.

Mengutip laporan dari *Techspot*, Interpreter menawarkan fleksibilitas dalam menampilkan hasil terjemahan. Setelah proses penerjemahan selesai, teks yang sudah dialihbahasakan akan disajikan kepada pengguna melalui mekanisme *overlay*. Pengguna diberikan opsi untuk memilih di antara dua mode tampilan *overlay* yang tersedia agar terjemahan dapat dibaca dengan jelas.

Sebagai proyek *open-source*, Interpreter menawarkan solusi cerdas dan berkelanjutan bagi komunitas *gamer*. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana pemanfaatan AI dapat mengatasi hambatan bahasa dalam dunia hiburan digital. Dengan demikian, Interpreter diproyeksikan menjadi alat penting bagi penggemar game retro di seluruh dunia yang haus akan konten yang belum terlokalisasi.