Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah meninggalkan jejak kerusakan signifikan, terutama bagi sektor pertanian. Di Pidie Jaya, Aceh, para petani sawit kini berjibaku dengan lumpur dan material sisa genangan air. Pemulihan kebun menjadi prioritas utama, mengubah total ritme kerja harian mereka dari memanen menjadi membersihkan.

Salah satu yang merasakan dampak langsung adalah Masri (40), seorang petani sawit asal Pidie Jaya. Ia harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk membersihkan dan menata kembali kebun kelapa sawit seluas 20 hektare miliknya. Tugas ini meliputi penyingkiran lumpur tebal dan material terbawa arus yang mengendap di seluruh area lahan perkebunan.

Beberapa hari setelah air banjir surut, kondisi kebun-kebun sawit masih jauh dari normal. Jejak kerusakan terlihat jelas, dengan lumpur tebal menutupi jalur panen dan parit-parit drainase yang vital. Tumpukan pelepah serta material lain tampak berserakan di antara barisan pohon sawit, menghambat akses dan operasional.

Masri menjelaskan bahwa ia kini memulai hari dengan berkeliling kebun, bukan langsung bekerja panen seperti biasa. Ia harus mengecek kondisi tanah, parit, dan jalur panen yang masih becek serta tertutup lumpur. Prioritas utama adalah memastikan jalur parit dan akses panen dapat dilalui kembali sebelum alat angkut bisa digunakan secara efektif.

Dampak banjir juga terasa pada peralatan kerja yang dimiliki petani, seperti egrek dan alat angkut. Banyak alat yang masih harus dijemur dan dibersihkan secara intensif, sehingga belum siap digunakan kembali secara penuh. Selain itu, beberapa titik lahan juga belum memungkinkan untuk dilewati alat angkut akibat dampak banjir dan longsor sebelumnya.

Kondisi tanah yang labil memaksa petani untuk melakukan perencanaan kerja yang cermat dan menentukan prioritas pembersihan. Masri harus memetakan area mana yang paling mungkin diakses dan dibersihkan terlebih dahulu untuk meminimalkan kerugian lebih lanjut. Proses pemulihan fisik kebun ini diperkirakan memakan waktu yang cukup lama.

Upaya pemulihan ini memerlukan ketekunan dan sumber daya yang besar dari para petani di Pidie Jaya. Meskipun tantangan di depan mata sangat berat, semangat untuk menata kembali kebun demi keberlanjutan hasil panen terus diupayakan. Diharapkan ada dukungan yang memadai agar sektor perkebunan sawit dapat bangkit kembali pasca-bencana.