PORTAL7.CO.ID - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) resmi meluncurkan tiga terobosan layanan keimigrasian guna mempermudah proses keberangkatan serta kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026. Langkah strategis ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi 183.411 jemaah yang dijadwalkan berangkat ke tanah suci.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan buah dari koordinasi intensif antar-instansi pemerintah dalam audiensi di Jakarta. Dilansir dari Detikcom, data permohonan paspor haji tersebut telah tercatat secara resmi berdasarkan pengajuan yang dilakukan sejak tahun 2025 lalu.
"Berkat kolaborasi dan kerjasama yang intens antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pelayanan kepada calon jamaah haji Indonesia dapat dilaksanakan dengan maksimal," ujar Menteri Imipas Agus Andrianto.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Imigrasi, mayoritas jemaah kini beralih ke teknologi digital dengan penggunaan 171.097 paspor elektronik. Sisanya terdiri dari pemohon paspor biasa non-elektronik sebanyak 11.608 dokumen serta paspor elektronik polikarbonat mencapai 706 dokumen.
Salah satu solusi praktis yang ditawarkan adalah layanan Paspor Simpatik yang beroperasi penuh selama tujuh hari dalam sepekan. Inovasi ini menjadi jawaban bagi calon jemaah yang memiliki kesibukan tinggi pada hari kerja atau mengalami kendala saat mengakses sistem pendaftaran daring.
"Layanan ini bertujuan untuk mengakomodasi peningkatan permohonan paspor secara langsung tanpa pengajuan online, serta memfasilitasi masyarakat yang hanya memiliki waktu luang di akhir pekan," kata Menteri Agus.
Pemerintah juga menitikberatkan pada efisiensi fase keberangkatan melalui pengawasan ketat bersama penyelenggara haji. Petugas imigrasi dipastikan telah melakukan verifikasi seluruh dokumen jemaah setidaknya satu hari sebelum jadwal keberangkatan pesawat.
"Tidak hanya dalam pelayanan paspor saja, peran dan dukungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penyelenggaraan haji tahun 2026 juga terdapat dalam proses pemberangkatan dan pemulangan Jamaah Indonesia," sebut Menteri Agus.
Terobosan selanjutnya adalah perluasan program Makkah Route yang kini menjangkau Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Fasilitas hasil kerja sama dengan Arab Saudi ini memungkinkan jemaah menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan imigrasi negara tujuan saat masih berada di tanah air.