PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat adanya minat yang signifikan dari 11 lembaga konservasi untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau yang dikenal sebagai Bandung Zoo. Minat ini muncul setelah Pemkot Bandung menggelar agenda market sounding pada 13 April 2026 di Hotel Aryaduta.
Proses penjajakan kerja sama pengelolaan wisata edukasi satwa ini kini telah memasuki tahap lanjutan bagi belasan lembaga yang menyatakan ketertarikan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung dalam meningkatkan kualitas dan manajemen kebun binatang ikonik tersebut.
Dilansir dari Detikcom, tercatat ada 16 orang yang hadir dalam sesi market sounding, mewakili total 11 lembaga konservasi yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam pengelolaan kebun binatang. Partisipasi peserta terbagi antara kehadiran fisik di lokasi acara dan melalui platform virtual Zoom Meeting.
Daftar lembaga yang menunjukkan keseriusan mereka mencakup nama-nama besar dalam industri konservasi di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Taman Satwa Taru Jurug Solo Safari, Taman Safari Indonesia, Taman Satwa Cikembulan Garut, dan Kebun Binatang Surabaya.
Selain itu, beberapa institusi lain yang turut serta dalam penjajakan ini meliputi Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta, Taman Satwa Semarang, Museum Zoologi Yayasan Mardi Wiyata, Jember Mini Zoo, PT Cagar Alam Cikacao, serta PT Bunga Wangsa Sedjati (Jatim Park).
Meskipun banyak peminat dari lembaga ternama, jumlah 11 lembaga ini ternyata masih berada sedikit di bawah target awal yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait di lingkungan Pemkot Bandung. Hal ini menjadi catatan penting dalam evaluasi proses seleksi yang sedang berjalan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa undangan telah disebar ke puluhan lembaga konservasi, namun respons yang diterima hingga akhir April 2026 belum sepenuhnya memenuhi harapan Pemda. Beliau memberikan pandangan mengenai dinamika yang terjadi dalam proses ini.
"Ya, 85, tapi belum semuanya kembali ke kita. Yang ngasih sinyal sih saya lihat baru sekitar 4 ya," kata Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, merujuk pada jumlah respons awal yang masuk.
Muhammad Farhan menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan jumlah pendaftar belum maksimal adalah persyaratan seleksi yang dinilai sangat ketat oleh Pemkot Bandung. Ketatnya kriteria tersebut membuat tidak semua lembaga berani mengajukan diri untuk pengelolaan.