Indonesia sedang beralih dari metode pelatihan konvensional yang mengandalkan intuisi pelatih semata. Sains olahraga kini menjadi pilar utama dalam upaya meningkatkan daya saing atlet di kancah global.
Penerapan teknologi mencakup analisis biomekanika gerak yang mendetail untuk mencegah cedera dan mengoptimalkan teknik. Selain itu, pemanfaatan data kinerja membantu pelatih merancang program latihan yang sangat terpersonalisasi berdasarkan respons tubuh atlet.
Negara-negara maju telah lama mengintegrasikan ilmu pengetahuan ke dalam sistem pembinaan atlet mereka sejak usia dini. Indonesia perlu mempercepat adopsi teknologi ini secara merata di semua cabang olahraga untuk menutup kesenjangan prestasi internasional yang ada.