Kehidupan publik seorang artis seringkali tampak glamor, namun di baliknya tersimpan tekanan psikologis yang intens akibat sorotan tanpa henti. Fenomena ini telah menjadi perhatian serius, mengingat tingginya angka kasus kelelahan emosional dan gangguan mental di kalangan figur publik.
Banyak artis papan atas secara terbuka mengakui perjuangan mereka melawan kecemasan dan depresi yang dipicu oleh komentar negatif warganet. Paparan informasi pribadi yang berlebihan di media sosial turut memperburuk situasi, menghapus batas antara kehidupan profesional dan personal.
Budaya penggemar yang sangat intens di Indonesia, meskipun positif, dapat berubah menjadi tekanan ketika ekspektasi publik terlalu tinggi. Situasi ini diperparah oleh kecepatan penyebaran informasi yang seringkali tidak terverifikasi, memicu perundungan daring yang merusak reputasi dan mental.