INFOTREN.ID - Di balik gemerlap panggung dan sorotan lampu, ada kisah yang lebih terang dari bintang. Inilah kisah Nazril, seorang pemuda yang dulunya bergelut dengan kegelapan aksara, kini siap menaklukkan panggung istana dengan lantunan puisi di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa harapan selalu ada, bahkan di titik terendah sekalipun.

Awal Mula: Terjebak dalam Labirin Aksara

Nazril, remaja berusia 16 tahun asal Kabupaten Bekasi, memiliki masa lalu yang berbeda dari teman-temannya. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, dengan orang tua yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ayahnya seorang OB di apartemen, sementara ibunya bekerja sebagai tukang cuci gosok. Namun, di balik kesederhanaan itu, Nazril menyimpan sebuah beban berat: ketidakmampuan membaca dan menulis.

"Dulu saya kesulitan membaca. Sama buat menulis itu kayak susah dihapalinnya," ungkap Nazril, mengenang masa-masa sulitnya dilansir dari Kompas.com (11/1).