Kuliner Nusantara bukan sekadar santapan harian, melainkan cerminan kekayaan budaya dan identitas bangsa yang harus terus dijaga. Potensi ekonomi sektor makanan dan minuman sangat besar, menjadikannya pilar utama dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Data menunjukkan bahwa kontribusi subsektor kuliner terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif selalu menempati posisi tertinggi dibandingkan subsektor lainnya. Peningkatan minat terhadap makanan otentik mendorong inovasi dalam pengemasan dan penyajian, tanpa mengorbankan resep asli yang diwariskan turun-temurun.
Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menstandardisasi kualitas dan kebersihan tanpa menghilangkan karakter unik dari setiap hidangan daerah. Globalisasi menuntut pelaku kuliner lokal untuk mampu bersaing dengan produk internasional, terutama dalam hal higienitas, sertifikasi halal, dan daya tahan produk.
Menurut pengamat industri kuliner, otentisitas resep adalah modal utama yang tidak bisa ditawar dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Keberhasilan ekspansi kuliner Indonesia ke luar negeri sangat bergantung pada konsistensi rasa dan narasi budaya yang kuat di baliknya.
Upaya pelestarian kuliner lokal berdampak langsung pada peningkatan pariwisata gastronomi di berbagai destinasi. Ketika wisatawan mencari pengalaman rasa yang unik dan khas, mereka secara tidak langsung membantu menggerakkan roda perekonomian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Saat ini, banyak pelaku usaha muda memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan dan menjual produk kuliner tradisional mereka ke pasar yang lebih luas. Digitalisasi membantu mengatasi hambatan geografis, memungkinkan makanan daerah tertentu dikenal secara nasional bahkan internasional melalui layanan pesan antar.
Mempertahankan warisan rasa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam hal edukasi dan fasilitasi peningkatan mutu. Dengan strategi yang tepat dan adaptasi teknologi, kuliner Indonesia siap menjadi duta budaya yang efektif di kancah dunia.
