PORTAL7.CO.ID - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, HR Muhammad Syafi’i, menyampaikan pandangan penting mengenai fondasi bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai kebangsaan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh.

Penegasan ini disampaikan oleh Wamenag saat dirinya mengisi tausiah kebangsaan dalam sebuah acara formal. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan Syawalan yang diselenggarakan secara resmi oleh Pemerintah Kota Bogor.

Secara spesifik, momen penting ini berlangsung di Balai Kota Bogor pada hari Rabu, tanggal 1 April 2026. Kehadiran Wamenag menjadi penanda penting dalam agenda silaturahmi pasca-Idulfitri tahun tersebut.

Kegiatan Syawalan yang bertempat di Balai Kota Bogor ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah setempat. Di antaranya tampak hadir Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, yang turut menyimak arahan Wamenag.

Dilansir dari bogorplus.id, Wamenag menilai bahwa waktu pelaksanaan Syawalan ini sangat strategis. Momen pasca-Ramadan ini dinilai ideal untuk melakukan penguatan spiritualitas warga negara.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan spiritualitas tersebut harus berjalan paralel dengan penguatan rasa kebangsaan. Kedua pilar ini dianggap krusial bagi stabilitas sosial dan kenegaraan.

Mengenai inti pesannya, Wamenag menyampaikan sebuah pandangan mendalam mengenai hubungan antara keyakinan dan identitas nasional. "Nilai kebangsaan dan ketuhanan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia," tegas HR Muhammad Syafi’i.

Menurut pandangan beliau, momentum Syawalan ini menjadi sarana efektif untuk menyinergikan kedua nilai fundamental tersebut. Ini merupakan penguatan karakter bangsa yang berlandaskan iman dan kecintaan terhadap tanah air, kata Wamenag.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bogorplus. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.