PORTAL7.CO.ID - Langkah besar dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali bergulir seiring dengan disahkannya cetak biru pusat kelembagaan negara. Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menandatangani desain pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif pada pekan lalu sebagai simbol penguatan karakter institusi negara.

Informasi penting mengenai perkembangan ibu kota baru ini disampaikan langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, pada Selasa (21/4/2026). Penandatanganan ini menjadi lampu hijau bagi dimulainya pengerjaan fisik kompleks perkantoran lembaga tinggi negara tersebut sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Pemerintah bergerak cepat dengan mematok target ambisius agar seluruh pengerjaan fisik bangunan rampung pada tahun 2027 mendatang. Berdasarkan jadwal operasional yang telah disusun, para penyelenggara negara diproyeksikan mulai berkantor di kawasan ini paling lambat pada semester pertama tahun 2028.

Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa konsep arsitektur yang terpilih merupakan hasil dari arahan khusus Presiden. Desain ini sempat mengalami penyesuaian pada awal tahun 2026 setelah melalui serangkaian studi banding internasional yang mendalam pasca penandatanganan kontrak di akhir 2025.

"Bapak Presiden telah menandatangani desain tersebut pekan lalu. Target penyelesaian kawasan legislatif dan yudikatif adalah pada tahun 2027, dan paling lambat semester I tahun 2028. Presiden menekankan bahwa filosofi bangunan harus tegas, lurus, dan berwibawa, karena dari kawasan inilah akan dihasilkan keputusan-keputusan besar negara," ujar Basuki, Kepala Otorita IKN.

Dalam menyempurnakan rancangan tersebut, tim teknis pemerintah tidak main-main dengan melakukan observasi langsung ke beberapa negara sahabat. Studi mendalam dilakukan di Turki, India, hingga Mesir guna memastikan bangunan pemerintahan di IKN memiliki standar modern namun tetap membawa identitas nasional.

Kemajuan pembangunan ini juga mendapat perhatian serius dari Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang meninjau langsung lokasi proyek di Kalimantan Timur. Ia memberikan apresiasi terhadap pemilihan lokasi lahan yang dinilai sangat strategis bagi keberadaan lembaga legislatif di masa depan.

"Untuk calon pembangunan Gedung MPR, DPR dan DPD sangat bagus, konturnya sangat tinggi berada di sebelah kiri Istana. Lebih tinggi dari pada rata-rata gedung pemerintahan yang ada. Gedung ini akan terasa megah dan terasa Keindonesiaan yang kokoh," ungkap Muzani, Ketua MPR RI.

Muzani juga menyoroti efisiensi kerja di lapangan yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Baginya, perubahan drastis pada lanskap IKN saat ini merupakan bukti nyata bahwa perencanaan besar pemerintah telah bertransformasi menjadi bangunan fisik yang nyata.