PORTAL7.CO.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Agenda strategis ini diselenggarakan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Rabu (15/4/2026) dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan arah pembangunan tahun mendatang untuk memperkuat layanan publik secara merata. Dilansir dari Detikcom, kebijakan ini menitikberatkan pada optimalisasi sektor pendidikan melalui penambahan fasilitas fisik dan bantuan finansial bagi pelajar.
"Prioritas utama tetap pada layanan kebutuhan dasar, terutama optimalisasi pendidikan agar seluruh warga Jawa Barat bisa menempuh jenjang SMA dan SMK melalui pembangunan ruang kelas baru serta pemberian subsidi bagi masyarakat miskin," ujar Dedi Mulyadi.
Selain pendidikan, sektor kesehatan menjadi pilar penting dalam rencana pembangunan tahun 2027 tersebut. Pemerintah daerah tengah menyiapkan skema pembiayaan khusus bagi warga prasejahtera yang selama ini belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional.
"Kami berupaya meningkatkan layanan kesehatan dasar agar seluruh rakyat Jawa Barat memiliki kemudahan akses saat membutuhkan perawatan medis," kata Dedi Mulyadi.
Langkah konkret yang diambil adalah menjalin sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota. Kerja sama ini bertujuan untuk menanggung biaya perawatan pasien tidak mampu yang menempati ruang kelas 3 di rumah sakit.
"Tadi sudah ditandatangani kesepakatan bagi warga kategori tidak mampu yang belum terjamin BPJS agar bisa mendapatkan layanan kelas 3 di rumah sakit tertentu dengan biaya dari Pemprov dan Pemkab/Pemkot," jelas Dedi Mulyadi.
Dalam aspek pembangunan fisik, pemerintah akan memacu pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, dan sarana air bersih. Penguatan infrastruktur ini diproyeksikan menjadi mesin utama dalam mendorong pertumbuhan sektor industri di berbagai wilayah.
"Layanan infrastruktur jalan, irigasi, hingga air bersih menjadi fokus kita untuk mendorong pertumbuhan industri sebagai penggerak ekonomi daerah," ucap Dedi Mulyadi.