JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam video viral seorang pria berjoget di area dapur tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga standar higienitas dan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Video yang beredar luas di media sosial tersebut memicu kekhawatiran publik lantaran memperlihatkan aktivitas yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan pangan. Dalam rekaman itu, oknum petugas terlihat tidak mengenakan masker maupun penutup kepala saat berada di ruang pemorsian makanan, yang merupakan area steril.
Menanggapi kejadian tersebut, BGN menegaskan bahwa keputusan untuk menangguhkan operasional SPPG tersebut bukan semata-mata karena viralnya konten di media sosial. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil inspeksi teknis mendalam yang menemukan sejumlah pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di lokasi terkait.
Beberapa temuan pelanggaran teknis yang menjadi dasar sanksi tersebut meliputi ketidaksesuaian tata letak (layout) dapur, proses pemorsian makanan yang tidak memenuhi standar, hingga sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi ketentuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan program MBG dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek operasional hingga infrastruktur pendukung.
Pihak BGN menekankan bahwa aksi berjoget tanpa APD tersebut merupakan pelanggaran individu dan bukan cerminan dari keseluruhan program MBG yang dijalankan secara nasional. BGN memastikan bahwa sistem pengawasan tetap berjalan ketat dan tidak mentoleransi pelanggaran sekecil apa pun yang berpotensi mengganggu kualitas keamanan pangan bagi masyarakat.
Kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat mekanisme evaluasi dan penindakan di lapangan. Penegakan sanksi terhadap SPPG yang melanggar menjadi sinyal kuat bahwa setiap mitra pelaksana wajib mematuhi standar pelayanan optimal demi menjaga kepercayaan publik terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis.*