PORTAL7.CO.ID - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari Pakis baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik setelah menggelar acara buka bersama di sebuah hotel berbintang di Kota Magelang. Kegiatan yang melibatkan para pekerja penyedia gizi tersebut sempat viral dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh biaya agenda ini ditanggung sepenuhnya oleh mitra sebagai bentuk apresiasi kerja.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Gondangsari, Ahmad Rifky Prayudhi, memberikan penjelasan mendalam terkait latar belakang pelaksanaan acara tersebut pada Sabtu (21/2) lalu. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang makan bersama, melainkan langkah strategis untuk memotivasi karyawan sebelum menghadapi beban kerja Ramadan yang padat. Para pekerja diharapkan memiliki semangat baru dalam mengolah serta menyajikan menu kering bagi ribuan penerima manfaat.
Selain mempererat solidaritas, kunjungan ke hotel mewah tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan standar penyajian makanan profesional kepada para pekerja. Rifky menyebutkan bahwa mayoritas pekerja berasal dari latar belakang ekonomi rendah dan warga pegunungan yang jarang bersentuhan dengan layanan hotel. Melalui pengalaman langsung ini, mereka diharapkan mampu menyerap ilmu estetika kuliner untuk diterapkan pada menu harian. "Itu wujud apresiasi dari mitra, karena kan bukber ini full dana dari mitra. Wujud apresiasi agar sebelum mereka melaksanakan menu kering," ungkap Rifky saat menjelaskan tujuan utama acara tersebut. Ia juga menambahkan bahwa pengerjaan menu kering memiliki tantangan tersendiri mulai dari proses pengemasan hingga pengaturan komposisi gizi yang tepat. Selain jamuan makan, para pekerja juga mendapatkan hadiah uang tunai melalui berbagai permainan interaktif.
Dampak positif dari kegiatan di hotel tersebut langsung terlihat pada inovasi menu yang mulai didistribusikan sejak Senin (23/2). Salah satu terobosan baru adalah menu ketan susu keju yang terinspirasi dari hidangan penutup di hotel, menggantikan sajian ketan serundeng tradisional. Selain itu, pada tanggal 25 Februari, tim SPPG juga berhasil mengkreasikan puding buah dengan tampilan visual yang jauh lebih menarik dan elegan layaknya sajian kelas atas.
Saat ini, SPPG Gondangsari Pakis bertanggung jawab melayani kebutuhan gizi bagi 2.107 penerima manfaat setiap harinya yang mencakup jenjang pendidikan TK hingga SMP. Meski sempat diterpa isu miring akibat video viral, pihak pengelola mengklaim tingkat kepuasan terhadap layanan mereka tetap terjaga dengan sangat baik. Rifky menegaskan bahwa selama ini hampir tidak pernah ada keluhan atau komplain resmi dari masyarakat terkait kualitas rasa maupun menu makanan.
Menanggapi kegaduhan di dunia maya, pihak SPPG Gondangsari memilih untuk tetap tenang dan menunggu konfirmasi dari media massa yang kredibel. Mereka menghindari pemberian klarifikasi sepihak di media sosial demi mencegah timbulnya kesalahpahaman atau blunder informasi yang lebih luas. Langkah profesional ini diambil agar fokus utama pelayanan gizi bagi ribuan siswa di wilayah Pakis tidak terganggu oleh polemik yang sedang berkembang.
Sumber: Infonasional