PORTAL7.CO.ID - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap kebijakan baru mengenai pembatasan kuota wisatawan di Taman Nasional Komodo. Langkah ini menetapkan batas maksimal kunjungan sebanyak 1.000 orang per hari di destinasi unggulan Labuan Bajo tersebut.

Pernyataan dukungan ini disampaikan pada Rabu (15/4/2026) sebagai respon atas upaya pemerintah dalam menjaga titik keseimbangan. Kebijakan tersebut dirancang untuk menyelaraskan kemajuan sektor pariwisata dengan komitmen pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

Meskipun kebijakan ini memicu gelombang protes dari sejumlah pihak di Manggarai Barat, Laka Lena tetap berdiri di balik keputusan tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, Gubernur NTT mengaku telah memantau dinamika di lapangan serta menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

"Kami sudah melihat demonstrasi dan sudah mengecek teman-teman yang dulu memproses kesempatan ini dan mendengarkan juga dari Pemerintah Pusat. Menurut saya, kita harus mempertimbangkan apa yang menjadi kesepakatan yang lalu sebelum kita melakukan proses perbaikan yang sudah diputuskan," ujar Laka Lena.

Gubernur juga menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh agar kebijakan pembatasan ini tidak merugikan struktur ekonomi lokal. Peninjauan secara berkala dinilai sangat mendesak guna melindungi mata pencaharian warga Labuan Bajo yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

"Itu juga berkorelasi dengan konservasi yang ingin pemerintah pusat, melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bahwa konservasi tentang alam juga terjaga dengan baik. Dari dua titik ini juga kemudian kita lihat ke depan, apakah kesepakatan ini perlu ditinjau atau diteruskan," jelas Laka Lena.

Mengenai implementasi teknis di lapangan, politikus dari Partai Golkar ini menyebutkan bahwa rincian aturan mengenai batas 1.000 orang per hari masih perlu disepakati bersama. Ia memandang penerapan tahap awal ini sebagai momentum krusial untuk menguji efektivitas regulasi yang ada.

"Menyangkut seribu orang, nanti harus disepakati bersama bagaimana teknis seribu orang per hari itu. Untuk seribu orang untuk tahap pertama ini mestinya bisa dipraktekkan dan dievaluasi secara baik," lanjut Laka Lena.

Selain fokus pada konservasi, kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemerataan kunjungan ke berbagai titik wisata lain di wilayah tersebut. Pemerintah ingin para pelancong tidak hanya terfokus pada satu lokasi, namun juga mengeksplorasi kekayaan alam lainnya di Manggarai Barat.