PORTAL7.CO.ID - Memasuki pertengahan April 2026, Kementerian Sosial terus berupaya menyempurnakan mekanisme penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik, pihak kementerian melakukan pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume 2.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berjalan efektif. Fokus utama pemerintah adalah menjangkau warga yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4 dalam skala ekonomi nasional.
Dilansir dari Detikcom, proses pembaharuan data secara berkala ini bertujuan untuk menekan angka kesalahan pencantuman data atau inclusion error. Dengan akurasi yang lebih tinggi, diharapkan bantuan sosial dapat benar-benar diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan.
"Sebanyak 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) telah diputuskan untuk dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial pada penyaluran kali ini," ungkap Saifullah Yusuf selaku Menteri Sosial.
Angka tersebut mewakili sekitar 0,06 persen dari total penerima manfaat pada penyaluran tahap pertama di tahun yang sama. Penyesuaian ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap status ekonomi para penerima bantuan yang sudah terdata sebelumnya.
Selain melakukan pengurangan, pemerintah juga melakukan verifikasi lapangan atau ground check terhadap 77.014 KPM yang status desilnya belum teridentifikasi. Dari proses panjang tersebut, ditemukan sebanyak 26.176 keluarga baru yang dinyatakan layak masuk ke dalam sistem pendataan terbaru.
Hasil verifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa 25.665 keluarga berada di kategori desil 1-5, sehingga memiliki peluang besar mendapatkan bantuan. Sebaliknya, terdapat 1.511 keluarga yang terdeteksi berada di desil 5-10 dan dikategorikan sebagai data yang tidak berhak menerima manfaat.
"Bagi warga yang merasa keberatan terhadap hasil pendataan ini tentu diperbolehkan untuk mengajukan sanggahan melalui saluran yang sudah kami siapkan dengan menyertakan bukti pendukung," ujar Saifullah Yusuf.
Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul tersebut juga mengimbau agar masyarakat aktif memantau status kepesertaan mereka secara mandiri. Hal ini penting dilakukan melalui kanal resmi guna memastikan tidak ada jadwal distribusi bantuan yang terlewatkan oleh para penerima.