PORTAL7.CO.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti masalah akurasi data Program Keluarga Harapan (PKH) yang ditengarai mencapai 45 persen tidak tepat sasaran. Hal ini disampaikan saat beliau memberikan arahan dalam acara Musrenbang Provinsi NTB tahun 2026 di Kota Mataram pada Kamis, 16 April 2026.

Dilansir dari Detikcom, Kementerian Sosial kini tengah melakukan perbaikan data melalui integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Langkah strategis tersebut akan menghasilkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menggabungkan sumber data dari Kemensos, BPS, dan Kemenko PMK.

"Lebih dari 45 persen data program keluarga harapan yang ditengarai oleh Kementerian diduga tidak tepat sasaran," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, saat memberikan arahan dalam acara tersebut.

Proses pemutakhiran data akan diawali melalui jalur formal yang melibatkan perangkat wilayah dari tingkat paling bawah. Hal ini dilakukan untuk menjamin validitas informasi sebelum data tersebut dikelola lebih lanjut oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kami semua akan mulai dengan perbaikan jalur formal. Kami data mulai dari RT/RW lalu ke Dinas Sosial lalu masuk ke DTSEN lalu dikelola ke Badan Pusat Statistik," ujar Saifullah Yusuf.

Pemerintah juga menerapkan sistem graduasi atau pemeringkatan desil untuk mengelompokkan kategori ekonomi masyarakat secara lebih mendetail. Pembagian ini berkisar dari Desil 1 untuk kategori miskin ekstrem hingga Desil 10 bagi kelompok masyarakat yang sudah sangat mampu.

"Nanti Desil tingkat provinsi dan kabupaten hingga pusat tidak sama. Ini penting supaya target kita lebih jelas," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul mendorong adanya keterbukaan informasi agar masyarakat dapat ikut serta memantau keakuratan data penerima manfaat di wilayah masing-masing. Partisipasi publik ini difasilitasi melalui kanal digital berupa aplikasi yang telah disediakan oleh kementerian.

"Jangan sampai ditutupi. Jadi masyarakat juga boleh melihat datanya biar bisa menyanggah dalam aplikasi cek bansos," tutur beliau.