PORTAL7.CO.ID - Menjelang gelaran Piala Dunia FIFA 2026, tim nasional sepak bola putra Amerika Serikat (AS) kini berada di bawah bayang-bayang tekanan yang semakin nyata sebagai tuan rumah bersama. Ujian krusial tengah menanti skuad asuhan Mauricio Pochettino dalam dua pertandingan persahabatan melawan tim-tim Eropa papan atas.

Para pemain kunci seperti Christian Pulisic dan Weston McKennie dilaporkan berupaya membatasi eksposur media sosial demi menjaga konsentrasi penuh selama sesi latihan. Tekanan menjadi tuan rumah Piala Dunia diakui oleh McKennie sebagai salah satu tantangan signifikan yang harus mereka hadapi saat ini.

Christian Pulisic menegaskan bahwa ia dan rekan setimnya siap menghadapi beban ekspektasi tersebut secara langsung. Ia menekankan bahwa kekuatan utama tim Amerika Serikat terletak pada soliditas kolektif mereka sehingga mereka tidak perlu memikul beban sendirian.

Dua laga penting dijadwalkan di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, di mana AS akan melawan Belgia—peringkat ke-9 dunia—pada hari Sabtu, diikuti oleh Portugal—peringkat ke-5 dunia—pada hari Selasa. Pertandingan ini menjadi barometer penting bagi perkembangan tim.

Optimisme skuad AS mulai meningkat setelah mencatatkan serangkaian hasil positif sejak September tahun sebelumnya, termasuk mengalahkan Jepang, Australia, Paraguay, dan Uruguay, serta bermain imbang melawan Ekuador. Hasil ini memperbaiki performa mereka pasca periode kurang memuaskan di awal 2024.

Pelatih kepala Mauricio Pochettino menekankan bahwa pemilihan lawan tangguh ini adalah strategi untuk mengukur kemampuan tim secara realistis di lapangan. Ia meyakini bahwa kemenangan melawan Belgia atau Portugal akan menjadi modal psikologis besar untuk melaju lebih jauh di fase gugur turnamen.

Bintang timnas Belgia, Kevin De Bruyne, memprediksi bentrokan melawan Amerika Serikat di Atlanta akan berlangsung dengan intensitas tinggi, dilansir dari AcehGround. De Bruyne menganggap pertemuan ini sebagai evaluasi taktis fundamental bagi Belgia melawan tim yang kini dibesut Mauricio Pochettino.

Kevin De Bruyne juga mengantisipasi semangat juang maksimal dari kubu tuan rumah. "Mereka pasti ingin [menunjukkan] kepada negara bahwa mereka siap untuk Piala Dunia karena ini adalah ajang besar dan akan ada banyak tekanan yang menimpa mereka," ujar De Bruyne mengenai ekspektasi yang diemban Amerika Serikat.

Gelandang Manchester City tersebut menambahkan bahwa gaya bermain agresif dari Amerika Serikat justru akan menguntungkan proses evaluasi tim Belgia. Ia menjelaskan bahwa menghadapi permainan terbuka AS akan memberikan pengalaman berharga, mengingat Belgia sering bertemu tim dengan pertahanan rapat di kualifikasi.