PORTAL7.CO.ID - Mantan juara dunia tinju kelas berat, Tyson Fury, dikabarkan akan kembali naik ring setelah sempat mengumumkan pengunduran dirinya sekitar 13 bulan lalu. Keputusan ini menandai babak baru dalam karier sang petinju legendaris tersebut.
Pertarungan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, mempertemukan Fury dengan penantang tangguh, Arslanbek Makhmudov. Duel krusial ini akan menjadi ujian besar bagi Fury dalam upayanya merebut kembali supremasi divisi kelas berat.
Lokasi pertarungan telah ditetapkan di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, yang mampu menampung hingga 70.000 penonton. Stadion ikonik ini diharapkan akan menjadi saksi pertarungan sengit antara kedua petinju tersebut.
Acara utama, termasuk pertarungan antara Fury dan Makhmudov, direncanakan akan dimulai pukul 23.00 waktu Jerman. Sementara itu, rangkaian pertandingan pendahuluan atau 'Main Card' dijadwalkan dimulai lebih awal pada pukul 20.00 waktu setempat.
Pertarungan puncak ini dipromosikan di bawah payung acara "Ring" dan akan disiarkan secara eksklusif melalui platform streaming Netflix. Penonton yang ingin menyaksikan secara langsung hanya perlu memiliki langganan Netflix standar tanpa biaya tambahan Pay-per-View.
Kebijakan penyiaran ini mengikuti pola yang telah diterapkan pada pertarungan Netflix sebelumnya, seperti duel antara Jake Paul dan Anthony Joshua pada Desember 2025, yang juga tidak memerlukan biaya khusus. Siaran akan dimulai pukul 20.00 dengan pertandingan pendukung sebelum duel utama pukul 23.00.
Tyson Fury, yang dikenal dengan julukan "The Gypsy King," memiliki rekor profesional yang mengesankan yaitu 34 kemenangan, 1 kekalahan, dan 1 hasil imbang, dengan 24 di antaranya diraih melalui KO, menghasilkan persentase KO sebesar 71%.
Di sisi lain, lawannya, Arslanbek Makhmudov yang berjuluk "The Lion," membawa rekor bertanding 19 kemenangan dan 1 kekalahan, di mana 18 kemenangannya dicapai melalui KO, menunjukkan persentase KO mencapai 95%.
Kembalinya Fury ke dunia tinju ini sangat signifikan, mengingat pada tahun 2015 ia berhasil menaklukkan Wladimir Klitschko dan mengakhiri dominasinya yang panjang di kelas berat. Namun, pasca kemenangan besar itu, Fury menghadapi tantangan pribadi berat termasuk depresi dan masalah obesitas.