PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) secara resmi telah menetapkan larangan terhadap aktivitas wisata menunggang gajah di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan strategis ini mulai diberlakukan secara efektif sejak Rabu, 15 April 2026, sebagai upaya memperkuat perlindungan satwa.
Langkah ini diambil untuk memastikan populasi gajah tetap terjaga sekaligus meningkatkan standar kesejahteraan bagi hewan yang dilindungi tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki dalam agenda rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Langkah ini ditempuh guna memproteksi populasi serta menjamin keselamatan dan standar kesejahteraan bagi satwa gajah di Indonesia," ujar Rohmat Marzuki.
Selain larangan menunggang, pemerintah saat ini tengah memprioritaskan penyelamatan habitat alami gajah. Fokus utama perlindungan ekosistem ini diarahkan pada wilayah Sumatera dan Kalimantan yang menjadi rumah bagi populasi gajah yang tersisa.
"Hal tersebut dipertegas oleh komitmen Presiden Prabowo Subianto yang segera merilis Instruksi Presiden mengenai penyelamatan habitat gajah di Sumatera dan Kalimantan," kata beliau.
Kebijakan progresif ini diklaim telah menarik perhatian positif dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri maupun di kancah global. Indonesia kini dipandang sebagai salah satu negara yang memiliki komitmen tinggi terhadap pariwisata berbasis konservasi yang etis.
"Aturan penghentian aktivitas menunggang gajah ini memperoleh sambutan baik dari dunia internasional karena menempatkan Indonesia sebagai negara yang berkomitmen penuh pada konservasi," jelas Rohmat Marzuki.
Meskipun aktivitas menunggang kini dilarang, sektor pariwisata tidak akan mati melainkan bertransformasi ke arah yang lebih ramah satwa. Wisatawan tetap dapat menikmati kehadiran gajah melalui berbagai metode interaksi alternatif yang edukatif dan aman.
"Para wisatawan tetap bisa berinteraksi melalui kegiatan memberi makan, memandikan, atau sekadar berfoto bersama tanpa harus menunggangi satwa tersebut," tuturnya.