PSM Makassar harus menelan pil pahit saat melakoni laga kandang pekan ke-17 Super League 2025/2026. Menjamu Bali United, tim berjuluk Juku Eja tersebut dipaksa menyerah dengan skor telak 0-2 di hadapan publik sendiri. Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena diwarnai insiden dua kartu merah yang diterima para pemain tuan rumah.
Pertandingan krusial ini berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Jumat (9/1/2026). Bali United, yang dijuluki Serdadu Tridatu, berhasil unggul cepat melalui gol yang dicetak oleh Mirza Mustafic. Gol yang tercipta di awal laga tersebut terbukti menjadi pukulan telak yang menyulitkan PSM untuk bangkit dan mengembangkan permainan.
Hasil minor ini menambah daftar panjang catatan buruk PSM Makassar di kandang sendiri selama paruh musim ini. Laga pekan ke-17 ini merupakan momen penting dalam persaingan ketat di papan tengah klasemen sementara. Dominasi yang ditunjukkan oleh Serdadu Tridatu sejak menit pertama membuat PSM kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka sepanjang 90 menit.
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, mengakui bahwa timnya melakukan terlalu banyak kesalahan mendasar. Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, ia menyoroti bagaimana kesalahan-kesalahan mudah tersebut dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol. Trucha juga menyesalkan banyaknya peluang yang telah diciptakan timnya namun gagal dikonversi menjadi angka.
Dua kartu merah yang diterima oleh PSM Makassar menjadi faktor signifikan yang merusak strategi tim secara keseluruhan. Insiden pengusiran pemain tersebut membuat Juku Eja harus bermain dengan kekurangan jumlah pemain dalam durasi waktu yang cukup lama. Kondisi ini secara otomatis melemahkan daya juang PSM dan mempermudah Bali United mengamankan kemenangan tandang.
Kekalahan ini memaksa PSM Makassar untuk segera melakukan evaluasi mendalam menjelang pekan pertandingan berikutnya. Tomas Trucha dan staf pelatih dituntut mencari solusi cepat, terutama terkait efektivitas penyelesaian akhir dan disiplin pemain di lapangan. Hasil minor di Parepare ini tentu akan mempengaruhi mental bertanding skuad Juku Eja ke depan.
Secara keseluruhan, laga kontra Bali United ini menjadi malam yang harus dilupakan oleh para pendukung setia PSM Makassar. Skor 0-2 dan dua kartu merah menjadi cerminan buruknya performa Juku Eja saat menghadapi Serdadu Tridatu yang tampil solid. PSM kini harus segera berbenah jika ingin memperbaiki posisi mereka di tabel Super League 2025/2026.